RUU Perampasan Aset Diharapkan Jadi Senjata Efektif Berantas Korupsi
Selain itu, kesiapan aparat penegak hukum menjadi faktor penentu. Menurutnya, merampas aset hasil korupsi membutuhkan keahlian forensik keuangan, kemampuan melacak dana lintas negara, hingga membaca pola pencucian uang. "Tanpa sumber daya yang kompeten, undang-undang secanggih apa pun akan mandek," katanya.
Farid juga menegaskan bahwa efek jera hanya bisa tercipta bila masyarakat benar-benar melihat aset koruptor disita dan dikembalikan untuk kepentingan publik. Sebaliknya, bila hanya menyentuh kasus kecil sementara elite tetap aman, kepercayaan rakyat terhadap hukum akan runtuh.
Ia menambahkan, pembahasan RUU ini tak lepas dari tantangan politik karena berpotensi menabrak kepentingan banyak elite. Oleh sebab itu, keterlibatan masyarakat sipil, media, dan akademisi sangat penting untuk mengawal proses legislasi agar tidak melenceng menjadi kompromi.
"Jika disahkan dan dijalankan konsisten, RUU Perampasan Aset bisa menjadi tonggak penting mengembalikan uang negara sekaligus menegaskan bahwa korupsi tidak lagi menguntungkan," pungkasnya.
DPRD Medan Nilai Penyerahan Kasus ke Ranah Hukum Dapat Beri Efek Jera
KPI On Steroid, RUU Penyiara Membungkam Suara Kritis ?
Perspektif Kritis Terhadap RUU Penyiaran: Dampaknya Terhadap Keanekaragaman Konten
PFI Medan Tolak Pasal Pembungkam Jurnalis dalam Draf RUU Penyiaran
Putusan PN Tanjungbalai Atas Perkara PMI Dinilai Tak Buat Efek Jera Bagi Mafia