Tewasnya Affan Kurniawan, Muhammadiyah Sumut Desak Hentikan Impunitas Aparat
analisamedan.com -Tragedi yang menimpa Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di depan DPR, mendapat sorotan tajam dari Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MHH PWM) Sumatera Utara. Peristiwa tersebut dinilai sebagai bukti kegagalan negara melindungi hak warga untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
Ketua MHH PWM Sumut, Farid Wajdi, menegaskan bahwa kematian Affan bukan sekadar kecelakaan di tengah kericuhan, melainkan cermin budaya impunitas yang masih melekat pada aparat keamanan. "Nyawa yang hilang bukan statistik. Affan adalah manusia dengan mimpi dan keluarga. Namun, ia tumbang di hadapan kendaraan negara yang seharusnya melindungi rakyat," kata Farid, Jumat (29/8).
Menurutnya, meski Kapolri telah meminta maaf dan tujuh anggota Brimob diperiksa, langkah tersebut hanya mengulang pola lama: tragedi, permintaan maaf, penyelidikan internal, lalu dilupakan.
PP Muhammadiyah Lantik Rektor dan Kukuhkan BPH UMSU Periode 2026–2030
PTMA Diminta Aktif Hidupkan IMM, FOKAL IMM Sumut Gelar Silaturahim dan Halal Bihalal di Medan
Kolaborasi Organisasi Masyarakat Sipil dan PDM Tapsel Salurkan Bantuan ke Korban Banjir
Mulai Besok, Infak Jum'at Masjid Persyarikatan Muhammadiyah Untuk Bantu Korban Banjir
Politisi PAN Minta Pemko Medan Buat Area Titik Posko Pengungsian