Benarkah Uang Kuliah di UIN Sumut Naik, Ini Penjelasan Wakil Rektor

Sugiatmo - Rabu, 09 Agustus 2023 17:57 WIB
Benarkah Uang Kuliah di UIN Sumut Naik, Ini Penjelasan Wakil Rektor
analisamedan/dok
Kampus UIN Sumut

analisamedan.com - Uang Kuliah Tunggal (UKT) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) tahun 2023 dikabarkan mengalami kenaikan.

Wakil Rektor I yaitu Prof. Dr. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag menjelaskan, kenaikan UKT hanya diperuntukkan bagi mahasiswa baru (maba). Hal ini disesuaikan dengan tingkat ekonomi dan kebutuhan pasar yang bergantung dengan kestabilan ekonomi negara.

"Kenaikan UKT untuk maba biasanya disesuaikan dengan perkembangan ekonomi dan kebutuhan pasar yang bergantung kestabilan ekonomi negara. Maka kenaikannya bergantung dengan kestabilan ekonomi, tidak ada yang naik tanpa pertimbangan ekonomi," ujarnya.

Ditambah lagi, ia menjelaskan kenaikan UKT dipengaruhi karena hasil laporan berupa informasi mahasiswa saat pendaftaran, hal itu berupa keuangan dan ekonomi keluarganya. Ia menegaskan kenaikan UKT dipertimbangkan dari Kemenag bukan UIN SU.

"Sebenarnya UKT bergantung sebab mereka melaporkan kondisi keuangan dan ekonomi mereka. Ada perbedaan penetapan UKT tahun akademik 2022/2023 dengan 2023/2024. Hal yang harus dipertegas adalah ini pertimbangan dari Kementrian Agama, bukan UIN SU," tambahnya.

Salah satu mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) menyampaikan perasaan lega dikarenakan berhasil membayar UKT tanpa ada kenaikan yang sebelumnya ada Surat Edaran (SE) kenaikan UKT. Ternyata peraturan ini berlaku khusus untuk mahasiswa baru tahun ini.

"Alhamdulillah saya sudah membayar UKT, pada saat pembayaran saya kira UKT saya naik, ternyata tetap sama dengan semester yang lalu. Saya juga bertanya kepada teman yang bayar, tidak ada perubahan pada UKT tahun ini. Sepertinya itu diperuntukkan bagi maba tahun ini," ucapnya.

Lebih lagi, ia berharap agar kenaikan UKT yang diperuntukkan maba nantinya, dapat lebih mamadai baik itu fasilitas dan kenyamanan mereka agar tidak ada lagi segala fasilitas yang kurang di kampus.

"Jika memang SE kenaikan UKT ini diperuntukkan bagi maba tahun ini, saya harap alokasi dananya bisa memadai atau mencukupi segala kekurangan fasilitas di UIN SU ini nantinya," ungkapnya.

Sementara salah seorang calon mahasiswa baru, Yeni, warga Medan, mengaku keberatan saat akan menbayar uang kuliah tunggal. Kenaikan UKT menurutnya memberatkan, karena kondisi perekonomian belum memihak keluarganya.

"Saya keberatan atas kenaikan UKT itu karena ayah saya hanya tukang jahit. UKT saya sebesar Rp 3 juta lebih," kata Yeni.

Karenanya dia dan orangtuanya akan mengajukan banding agar UKT diturunkan dengan melampirkan bukti-bukti kalau berpenghasilan rendah.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru