Dorong Keberlanjutan Kopi Gayo, Akademisi Kenalkan Model Ekonomi Hijau di Aceh Tengah

Gustan Pasaribu - Rabu, 07 Januari 2026 17:50 WIB
Dorong Keberlanjutan Kopi Gayo, Akademisi Kenalkan Model Ekonomi Hijau di Aceh Tengah
dok.analisamedan.com
Tim pelaksana PkM yang terdiri dari Prof. Dr. Sari Bulan Tambunan, SE, MMA, Dr. Ihsan Effendi, SE, M.Si, dan Wan Rizca Amelia, SE, M.Si, memberikan pendampingan secara interaktif

analisamedan.com -Upaya mendorong keberlanjutan agribisnis kopi Gayo terus diperkuat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Model Ekonomi Hijau Agribisnis Kopi Gayo dengan Inovasi Ekonomi Akuntansi, yang dilaksanakan pada 24 November 2025 di Aceh Tengah.

Kegiatan ini melibatkan para petani kopi Gayo sebagai peserta utama dengan tujuan meningkatkan kapasitas mereka dalam mengelola usaha kopi secara ramah lingkungan sekaligus memiliki tata kelola keuangan yang lebih akuntabel. Pendekatan ekonomi hijau diperkenalkan agar petani tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekonomi jangka panjang.

Tim pelaksana PkM yang terdiri dari Prof. Dr. Sari Bulan Tambunan, SE, MMA, Dr. Ihsan Effendi, SE, M.Si, dan Wan Rizca Amelia, SE, M.Si, memberikan pendampingan secara interaktif. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya inovasi ekonomi dan akuntansi sebagai fondasi penguatan daya saing kopi Gayo di pasar nasional maupun internasional.

Dr. Ihsan Effendi, SE, M.Si, salah satu anggota tim, menjelaskan bahwa penerapan ekonomi hijau dalam agribisnis kopi merupakan kebutuhan mendesak di tengah tantangan perubahan iklim dan persaingan pasar global. "Petani kopi tidak bisa lagi hanya fokus pada hasil panen. Mereka juga harus memahami bagaimana menjaga lingkungan sekaligus mengelola usaha secara efisien dan transparan," ujarnya. Rabu (7/1/2025)

Ia menambahkan, pencatatan keuangan yang sederhana namun konsisten akan membantu petani mengetahui kondisi usaha mereka secara nyata. "Dengan akuntansi yang aplikatif, petani bisa menghitung biaya produksi, menentukan harga yang wajar, serta memiliki posisi tawar yang lebih kuat saat mengakses pembiayaan atau bermitra dengan pihak lain," kata Ihsan.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi aktif yang membahas pengelolaan biaya produksi, pencatatan hasil panen, hingga strategi menjaga kualitas kopi Gayo agar tetap berkelanjutan. Para petani berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal transformasi agribisnis kopi menuju sistem yang lebih profesional dan berwawasan lingkungan.

Melalui kegiatan PkM ini, diharapkan terbangun sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam menciptakan model agribisnis kopi Gayo yang berkelanjutan, berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Aceh Tengah.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru