Dukung Program Prioritas Kemendikdasmen, BBGTK Sumut Gelar Seminar "Pendidikan Berbagi Praktik Baik GTK"
analisamedan.com - Guru dari berbagai jenjang pendidikan, Kepala sekolah, Tenaga Kependidikan, Pengawas sekolah, Perwakilan Dinas Pendidikan dan Cabang Dinas Pendidikan serta Komunitas belajar atau MGMP/KKG/KKKS se-Sumatera Utara, antusias mengikuti seminar bertajuk "Pendidikan Berbagi Praktik Baik Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
Seminar ini digagas Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sumatera Utara berlangsung 3 hingga 5 Desember 2025 di Medan.
Direktur Pendidikan Profesi Guru (PPG), Ferry Maulana Putra, S.Pd., M.Ed., saat membuka acara mengatakan, Kemendikdasmen saat ini mempunyai beberapa program prioritas.
"Salah satunya adalah Program Pendidikan Profesi Guru (PPG)," katanya didampingi Kepala BBGTK Sumatera Utara Dr Joko Ahmad Julifan, M.Si bersama Kabag Umum Julian Henry Sembiring, SE, M.Si.
Dikatakan Ferry Maulana, PPG bagi Calon Guru merupakan program pendidikan profesi untuk menyiapkan calon guru yang profesional, berakhlak mulia, berdedikasi tinggi, serta memberikan dampak positif pada satuan pendidikan dan lingkungannya.
PPG diselenggarakan bagi lulusan sarjana atau sarjana terapan maupun Diploma IV baik, dari jurusan pendidikan maupun non kependidikan bagi Calon Guru untuk mendapat sertifikat pendidik.
Dikatakan, program prioritas terkait guru, Kemendikdasmen fokus pada peningkatan kualifikasi, kompetensi dan kesejahteraan guru.
Dalam kesempatan itu, Kepala BBGTK Sumut, Joko Ahmad Julifan menyampaikan bahwa kegiatan seminar ini bertujuan untuk berbagi informasi dan praktik baik serta memperkuat kompetensi, kolaborasi, serta profesionalisme para pendidik dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang inovatif, berdampak, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Kegiatan ini adalah untuk mendukung program prioritas Kemendikdasmen.
Seminar pendidikan diisi oleh narasumber dari GTK berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Utara dan Tingkat Nasional 2025.
Informasi praktik baik yang disampaikan oleh para narasumber yaitu:
1. Edi Salim Chaniago dari SMP NEGERI 14 Binjai.
Dia memaparkan Pelaksanaan Collaborative Teaching melalui MOPEN (Moving and Open Class) berbantuan Platform Padi Kapas berhasil menjawab berbagai tantangan pembelajaran.
Seperti rendahnya capaian mutu, sistem double shift, kurangnya kolaborasi guru, dan pembelajaran yang belum menumbuhkan kemandirian peserta didik.
Melalui kolaborasi guru dalam komunitas belajar serta dukungan Padi Kapas, pengelolaan kelas kini lebih memotivasi, proses pembelajaran terlaksana secara tuntas, dan peserta didik mendapat ruang untuk belajar mandiri sesuai kebutuhannya.
Hasilnya, minat dan capaian belajar peserta didik meningkat di berbagai mata pelajaran.
2.Alberto Maradona Sitepu dari SD NEGERI 020619 Binjai
Dia menyampaikan Program Sister School menjadi langkah strategis untuk menguatkan Komunitas Belajar Kepala Sekolah di Kecamatan Binjai Selatan.
Melalui program ini, KKKS yang sebelumnya belum optimal kini dapat saling berbagi praktik baik, memecahkan masalah bersama, dan merancang inovasi pembelajaran yang sesuai kebutuhan peserta didik.
Sister School mendorong kolaborasi antara kepala sekolah, guru, dan murid sehingga seluruh ekosistem sekolah dapat tumbuh, saling menguatkan, dan berkembang bersama.
3. Giarna Arinda Tanbalika dari SMP NEGERI 14 Binjai
Giarna menyampaikan penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) sebagai kebijakan baru tahun 2025 membutuhkan kolaborasi guru, siswa, dan orang tua.
Kehadiran sistem monitoring berbasis aplikasi memudahkan pemantauan aktivitas 7 KAIH secara real time, baik di sekolah maupun di rumah. Dengan platform ini, penguatan karakter murid menjadi lebih terukur, terdokumentasi, dan dapat dievaluasi secara berkala.
Di SMP Negeri 14 Binjai, aktivitas 7 KAIH telah tercatat dengan baik dan dapat dipantau langsung oleh guru dan orang tua
4.Nelvida Mita Tambunan dari SLB NEGERI ANGKOLA TIMUR Tapsel menyampaikan bahawa pembelajaran interaktif berbasis MUGADASI (Multimedia Game Edukasi) terbukti efektif karena mampu menciptakan pengalaman belajar yang mendalam dan menarik.
Pendekatan ini meningkatkan motivasi belajar murid SLB Negeri Angkola Timur serta membantu membentuk karakter murid yang kreatif, mandiri, jujur, bertanggung jawab, bernalar kritis, dan mampu berkomunikasi dengan baik.
5.Antony Lavinci dari SMAN 1 Bosar Maligas Simalungun
Dia menjelaskan, Digitalisasi pembelajaran membutuhkan kolaborasi seluruh warga sekolah.
Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, dan orang tua memiliki peran masing-masing untuk memastikan teknologi digunakan secara efektif, aman, dan berkelanjutan.
Dengan kerja sama, sekolah dapat mewujudkan ekosistem digital yang utuh dan mendukung pembelajaran modern.
Kegiatan seminar dilanjutkan dengan refleksi dan evaluasi pelaksanaan program Kemendikdasmen di Provinsi Sumatera Utara yang disampaikan oleh para Ketua Tim Kerja BBGTK Sumut.
Peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah Guru dari berbagai jenjang pendidikan (PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, dan SLB), Kepala sekolah, Tenaga Kependidikan, Pengawas sekolah, Perwakilan Dinas Pendidikan dan Cabang Dinas Pendidikan serta Komunitas belajar atau MGMP/KKG/KKKS se-Sumatera Utara. (sug)
BBGTK Sumut Gelar Rakortek Program Prioritas Bidang GTK Tahun 2026
Hadiri Seminar Internasional di UIN Sumut, Menteri Agama : Indonesia Miliki Kepala Negara yang Hebat
Perkuat Hubungan Antarwarga Sekolah, 4 UPT Kemendikdasmen di Sumut Gelar Jalan Sehat Bersama Guru dan Pelajar
BBGTK Sumut Gelar Penganugerahan Apresiasi GTK Tahun 2025
Diskominfostand Deliserdang Apresiasi dan Dukung Program LPA