Ketua MPR-RI di UIN Sumut Sampaikan Pidato Kebangsaan Penguatan Ideologi Pancasila
Hadir pula Staf Ahli Menteri Agama Prof. Dr. Iswandi Syahputra, Tenaga Ahli Menteri Agama Jojon Novandri, M.Si., Anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI Martin Hutabarat, S.H., Staf Ahli Ketua MPR Hasan, Wakil Rektor 4 Universitas Jambi Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., yang ikut menyaksikan agenda besar tersebut bersama jajaran Guru Besar dan seluruh civitas akademika UINSU.
Memasuki inti pidato, Ahmad Muzani membedah tantangan berat yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari disrupsi teknologi melalui Revolusi Industri 4.0 dan kecerdasan buatan hingga ancaman degradasi moral akibat arus informasi yang bebas.
Dia menegaskan bahwa Pancasila bersama UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah "PUSAKA" warisan pendiri bangsa yang wajib dijaga sebagai fondasi wawasan kebangsaan. Menurutnya, pembangunan nasional harus selalu berakar pada identitas dan persatuan agar tidak goyah diterjang krisis identitas global.
Lebih lanjut, Ketua MPR RI juga menyoroti fenomena bonus demografi yang sedang dialami Indonesia, di mana penduduk usia produktif menjadi mayoritas.
Disampaikan memperingatkan bahwa jika kualitas sumber daya manusia tidak diperkuat melalui pendidikan dan inovasi, bonus ini berisiko menjadi "bencana demografi" seperti meningkatnya pengangguran dan ketimpangan ekonomi. Oleh karena itu, ia mendorong mahasiswa UINSU untuk meningkatkan literasi digital, finansial, dan kebangsaan agar mampu bersaing di tingkat global dengan tetap memegang teguh akar budaya bangsa.
Selain isu geopolitik dan ideologi, Muzani secara khusus menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi bencana alam hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang mendominasi sepanjang tahun 2025.
Dia juga mengajak institusi pendidikan seperti UINSU untuk menjadi pusat kajian mitigasi risiko dan pelopor gaya hidup berkelanjutan.
Hal ini penting agar lulusan universitas tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga peka terhadap isu lingkungan dan memiliki solidaritas sosial yang tinggi sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Menutup pidatonya yang inspiratif, Ahmad Muzani menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 hanya akan terwujud melalui sinergi antara ilmu pengetahuan, iman, dan pengabdian.
Muzani berpesan agar seluruh mahasiswa tetap tangguh, inklusif, dan menjadikan ajaran agama serta nilai Pancasila sebagai pedoman hidup yang tak terpisahkan. Pidato ini diakhiri dengan harapan besar agar UINSU terus mencetak SDM yang kompeten dan beretika sebagai benteng pertahanan ketahanan nasional.
Penjelasan Pimpinan UINSU terkait Dosen AS
UIN Sumut Medan Siapkan 15 Ekor Hewan Qurban untuk Sambut Iduladha 1447 H
Rektor UIN Sumut : Xinjiang, Kashgar, dan Beijing Miliki Sejarah Panjang Peradaban Islam Asia Tengah
UINSU Wisuda 1.592 Lulusan, Rektor : Momentum Lahirnya Generasi yang akan Menjaga Masa Depan Bangsa
UIN Sumut Gelar ADFEST 2026, Rektor : Mahasiswa dan Civitas Didorong untuk Terus Berinovasi