Menatap Masa Depan Prodi-Prodi Keislaman di Sumatera Utara

Oleh: Dr. H. Abrar M. Dawud Faza, M.A. (Wakil Rektor II UIN Sumut Medan)
Sugiatmo - Jumat, 09 Januari 2026 21:44 WIB
Menatap Masa Depan Prodi-Prodi Keislaman di Sumatera Utara
analisamedan.com/dok
Dr. H. Abrar M. Dawud Faza, M.A. (Wakil Rektor II UIN Sumut Medan)

Di wilayah selatan Sumatera Utara, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan (UIN Syahada) menawarkan skala pengembangan yang luas dengan sekitar 27 program studi pada jenjang sarjana, ditambah 6 program magister dan 1 program doktor Studi Islam. Program studi seperti Pendidikan Agama Islam, Hukum Keluarga Islam, Hukum Ekonomi Syariah, dan Bimbingan Konseling Islam menunjukkan orientasi kuat pada penguatan kapasitas sosial-keagamaan masyarakat regional serta pelayanan keagamaan berbasis kebutuhan lokal.

Sementara itu, Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) mengelola 5 program studi keislaman Islam yang menitikberatkan pada penguatan keilmuan dasar dan pembentukan karakter keislaman. Program studi seperti Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir serta Ahwal Al-Syakhshiyah diposisikan untuk memperkuat fondasi keilmuan klasik, sedangkan Ekonomi Syariah dan Manajemen Pendidikan Islam diarahkan untuk menjawab kebutuhan praktis masyarakat Muslim perkotaan dan pinggiran.

Universitas Al Washliyah Medan turut memperkaya lanskap pendidikan Islam dengan 4 program studi keislaman utama, termasuk Pendidikan Agama Islam yang kini telah berkembang hingga jenjang magister. Pengembangan program studi di UNIVA menunjukkan upaya memperkuat kesinambungan antara pendidikan sarjana dan pascasarjana, sekaligus memperluas ruang pengabdian lulusan di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.

Di kawasan yang jauh dari ibu kota, STAIN Mandailing Natal memainkan peran penting dalam pemerataan akses pendidikan keagamaan dengan mengelola sekitar 16 program studi keislaman Islam. Program-program tersebut dirancang berbasis kebutuhan komunitas Mandailing Natal, seperti Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, serta Hukum Ekonomi Syariah. Keberadaan STAIN Madina menjadi penopang penting pengembangan sumber daya manusia keislaman di wilayah nonperkotaan.

Kuatnya ekosistem pendidikan Islam di Sumatera Utara juga tidak terlepas dari keberadaan sekitar 440 pesantren dengan lebih dari 46 ribu santri, yang menjadi basis utama calon mahasiswa program studi keislaman. Ditambah lagi dengan adanya PTKIS (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta) yang berjumlah 45 institusi dari model STIT, STAI, Institut hingga Universitas yang juga memiliki industri keilmuan bercorak keagamaan.

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru