Pesantren Menggerakkan "Agama sebagai Sumber Inspirasi"
Terdapat berbagai macam kegiatan di dalam kehidupan pesantren, tak luput pula kegiatan ekonomi pesantren. Pada dasarnya, kegiatan ekonomi yang dilakukan di lingkungan pondok pesantren tentulah berdasarkan asas-asas agama Islam yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadis. Seperti yang kita ketahui, di dalam analisis ekonomi Islam, unit operasional terkecil bukanlah "manusia ekonomi" (homo economicus) tetapi manusia sebagai "khalifah" (homo Islamicus) dalam mengelola amanah yang baik.
Belum lagi melalui pondok pesantren segala macam aspek kehidupan penduduk sekitar, seperti ekonomi, politik, dan sosial kemasyarakatan menjadi lebih hidup dan berwarna penuh inspirasi. Dengan kata lain, semakin majemuk tingkat taraf ekonomi, kualitas pendidikan, serta semakin besar pengaruh kekuasaan, sehingga santri akan ikut meningkat pula budaya serta tradisinya. Dari pesantren inilah "agama sebagai sumber inspirasi" dapat terus tumbuh dan berkembang mengikuti arus zaman ini.
Terakhir, patut disampaikan di sini, bahwa pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan yang tidak dapat terpisahkan lagi di dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagaimana yang tercantum di dalam Pasal 4 UU No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, pondok pesantren memiliki 3 (tiga) macam fungsi, yaitu: fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat.
Maka sejatinya "agama sebagai inspirasi" dalam perayaan atau peringatan Hari Santri ini memahamkan kita bahwa pesantren telah berupaya terus-menerus menghasilkan banyak inspirasi dalam bidang pendidikan, dakwah Islam dan pemberdayaan masyarakat. Lalu bagaimana saat ini raihannya dalam ketiga fungsi pesantren ini? Insya Allah di lain waktu kita sambung kembali. Salam Hari Santri
Pesantren Haji dan Umrah, Menuju Kesempurnaan Ibadah Haji
Armuzna, Puncak Ibadah Haji
Kolaborasi KBIHU Almahabbah-Alhafizh Gagas Pesantren Haji dan Umrah
Hadiri Seminar Internasional di UIN Sumut, Menteri Agama : Indonesia Miliki Kepala Negara yang Hebat
Rektor UIN Sumut Wisuda 1.736 Sarjana, “Jadilah Solusi bukan Masalah.”