Regional Meeting MHH PP Muhammadiyah se-Sumatera dan Kalbar Digelar di UMSU

Sugiatmo - Kamis, 06 Juli 2023 15:31 WIB
Regional Meeting MHH PP Muhammadiyah se-Sumatera dan Kalbar Digelar di UMSU
analisamedan/said harahap
Majelis Hukum dan HAM (MHH) PP Muhammadiyah menggelar Regional Meeting se Sumatera dan Kalimantan Barat di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Ketiga ayat berbunyi; (24) Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit. (25) Pohon itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat. (26) Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.

"Ketiga ayat inilah sebenarnya yang menginspirasi apa yang selamaini kita kerjakan dalam Muhammadiyah, termasuk yang dikerjakan oleh manajemen Amal Usaha Muhammadiyah," ujar Busyro.

Ia menjelaskan,ayat-ayat tersebut memberikan pandangan-pandangan yang menginspirasi metode dan perspektif berfikir burhani, bayani dan irfani.

"Ketiga perspektif berfikir inilah yang membentuk kita jadi insan kamil atau manusia sempurna. Derajat kesempurnaan itu tidak akan kita capai kalau kita tidak mendayagunakan intuisi, akal sehat dan apresiasi yang tulus kepada ayat-ayat al-Qur'an dan Sunnah Nabi," terangnya.

"Jadi kalau ingin melihat perumpamaan pohon yang baik itu, maka salah satunya lihatlah Muhammadiyah.

Buktinya, lihatlalah kiprah Muhammadiyah yang sekarang ini telah memiliki 172 perguruan Tinggi, 400 Pesantren, 28 ribu lebih sekolah dari tingkatat PAU hingga SLTA, 500 lebih rumah sakit dan balai kesehata, serta pusat-pusat pengembangan ekonomi yang semakin berkembang. Semuanya adalah wujud buah dari pohon yang kokoh tadi," ungkapnya.

Busyro juga menyoroti persoalan kebangsaan yang akhir-akhir ini diselimuti oleh kegelapan.

"Kalau ada etika publik dan politik yang berbasis kejujuran, berbasis nilai-nilai agma dan Pancasila yang benar, maka tentunya tidak akan pernah ada RUU Kesehatan yang sangat bermasalah dan banyak disoroti publik," kata Busyro.

"Kalau RUU kesehatan itu tetap dipaksakan untuk disahkan, berarti pemerintah dan DPR akan mengulangi kembali sikap politik yang mereka lakukan pada RUU Cipta Kerja, RUU revisi KPK, RUU revisi Mahkamah Konstitusi dan sebagainya. Tentunya ini sangat kita sayangkan," tambahnya.

Oleh karena itu, kata Busyro, tiga ayat di atas sesungguhnya bisa mengandung makana yang selaras dengan jiwa Pancasila dan empat pragraf pembukaan UUD 45.

"Bila nilai-nilai itu diterapkan oleh para pengelola negara, maka tidak ada gambaran masyarakat kita yang timpang dan penuh ketidakadilan," tegasnya.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru