Rektor UIN Sumut: Universitas Tidak Hanya Melahirkan Insan Cerdas, Tetapi Juga Pribadi yang Beriman
analisamedan.com - Universitas sejatinya tidak hanya melahirkan insan yang cerdas, tetapi juga pribadi yang beriman, peduli, dan bertanggung jawab terhadap kehidupan.
Demikian Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Medan, Prof Dr Hj Nurhayati MAg, dalam sambutannya pada acara Wisuda Sarjana, Sabtu (6/9/2025) di Gelanggang Mahasiswa Kampus I UIN Sumut Jalan Sutomo Medan.
Disebutkan Rektor, di balik keberhasilan akademik, terdapat nilai-nilai luhur yang harus dijaga dan kembangkan bersama.
UIN Sumatera Utara berdiri sebagai sebuah lembaga akademik dan dakwah. "Sebagai lembaga akademik, UIN Sumut terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas, riset yang bermanfaat, serta pengabdian yang memberi solusi bagi masyarakat.
Sebagai lembaga dakwah, UIN Sumut memikul amanah untuk menanamkan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'ālamīn, menyebarkan pesan kedamaian, toleransi, dan keadaban.
Oleh karena itu, Rektor mengajak para wisudawan dan wisudawati, hari ini bukan hanya menjadi sarjana yang terampil secara intelektual, tetapi juga duta-duta dakwah yang membawa misi Islam yang moderat, cerdas, dan solutif di tengah masyarakat. "Ingatlah, bahwa ilmu yang diperoleh tidak boleh berhenti di ruang kelas atau kampus, tetapi harus dihidupkan dalam amal nyata. Ilmu harus menjadi cahaya yang menerangi diri, keluarga, bangsa, dan agama", katanya.
Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan baru untuk mengabdi, berkarya, dan menebarkan manfaat.
Prof Nurhayati menyebutkan, jumlah wisudawan UIN Sumatera Utara Medan yang dikukuhkan sebanyak 2329 dengan rincian 38 orang program Pascasarjana, 679 orang FITK, 437 orang FEBI, 191 orang FKM, 271 orang FSH, 175 orang FIS, 185 orang FDK, 172 orang FUSI, 181 orang FST.
Angka ini menjadi bukti nyata konsistensi UIN Sumut dalam melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi bangsa.
"Alhamdulillah, sepanjang tahun terakhir 2025, UIN Sumut juga menorehkan berbagai prestasi gemilang, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menjadi salah satu dari 2 PTKIN terbaik se Indonesia menurut The Impact Ranking 2025".
"Awal September ini, Pusat halal center UINSU meraih 3 penghargaan pada UB halal Metric Award 2025 yaitu gold Award 'Halal Policy" dan Silver Award untuk "Halal research dan community Services serta Halal Ecosystem".
Selain itu, sebagai wujud peningkatan mutu, jumlah Prodi yang memperoleh akreditasi unggul semakin meningkat yaitu berjumlah 25 prodi serta sebagian besar program studi lainnya telah berakreditasi "Baik Sekali" dan bersamaan dengan itu pada Agustus lalu, Perpustakaan UIN SU Medan juga memperoleh akreditasi A.
Hal ini menunjukkan bahwa UIN Sumut terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam di Indonesia dan siap bersaing di tingkat global.
Sejalan dengan cita-cita besar tersebut, wisuda hari ini mengangkat tema "Tingkatkan Cinta Kepada Tuhan, Kemanusiaan, Keilmuan, dan Alam untuk UIN-SU Medan yang Berdampak bagi Kemandirian Bangsa.".
Tema ini bukan hanya sekadar rangkaian kata, tetapi merupakan arah yang mengkokohkan identitas.
Tema ini menjadi kompos moral dan intelektual bagi para wisudawan UINSU Medan, agar ilmu yang diraih tidak hanya berhenti pada gelar saja, tetapi berbuah pada kemandirian bangsa dan kemaslahatan umat.
UIN Sumatera Utara Medan menempatkan nilai cinta kepada Tuhan, kemanusiaan, keilmuan, dan alam sebagai landasan pembentukan pribadi unggul.
Empat cinta yang menjadi tema wisuda hari ini adalah pilar utama yang harus tertanam dalam diri setiap alumni UINSU.
Pertama, cinta kepada Tuhan. menjadi fondasi utama yang akan menjaga kita dijalan yang benar, Cinta kepada Tuhan berarti menjadikan iman dan takwa sebagai pedoman dalam setiap langkah. Seorang sarjana yang beriman akan menjunjung tinggi kejujuran, berpegang pada nilai-nilai moral, dan menjadikan ilmu sebagai sarana ibadah serta jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.
Kedua, cinta kepada kemanusiaan. Dengan cinta kepada kemanusiaan, kita hadir sebagai insan yang peduli dan solutif bagi masyarakat. Ilmu yang kita miliki tidak ada artinya bila tidak memberi manfaat bagi orang lain.
Cinta kepada kemanusiaan mendorong para alumni UINSU untuk peduli, peka terhadap masalah sosial, serta menghadirkan solusi yang membawa keadilan dan kesejahteraan. Inilah wujud nyata dari misi Islam rahmatan lil-'ālamīn, Islam yang menghadirkan kedamaian dan kemaslahatan bagi semua. Para wisudawan yang saya cintai, Ingatlah pesan Nabi Muhammad Shallallāhu 'alaihi wasallam:
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Ahmad).
"Kalimat singkat ini adalah panggilan dakwah. Ilmu yang kalian peroleh di UINSU bukan sekadar untuk memperbaiki diri, tetapi untuk menebar manfaat seluas-luasnya".
Ketiga, cinta kepada keilmuan. Dengan cinta kepada ilmu, para alumni dituntut untuk terus mengembangkan diri, berinovasi, berpikir kritis, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Ilmu yang dicintai dan diamalkan akan melahirkan karya-karya besar yang memberi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan peradaban. Dengan cinta kepada keilmuan, kita teguhkan komitmen untuk terus belajar, berinovasi, dan melahirkan karya.
Keempat, cinta kepada alam.
"Dengan cinta kepada alam, kita jaga kelestarian bumi sebagai amanah Ilahi untuk keberlangsungan generasi mendatang. Cinta kepada alam berarti menjaga kelestarian lingkungan, mengelola sumber daya secara bijak, dan memastikan keberlanjutan kehidupan bagi generasi yang akan datang".
Seorang alumni UINSU harus hadir sebagai agen perubahan yang mampu membangun peradaban berkelanjutan.
Dengan menginternalisasi nilai-nilai tersebut, UIN-SU Medan berharap para lulusan mampu menjadi generasi mandiri, kreatif, dan berkarakter.
Tidak hanya dituntut untuk hebat secara akademik, tetapi juga untuk tangguh dalam menghadapi tantangan zaman, menjauhi perilaku negatif, serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia serta mampu memberi dampak nyata bagi kemandirian bangsa.
"Jadikanlah momentum ini sebagai motivasi untuk terus belajar, berkarya, dan berkontribusi. Jangan berhenti pada gelar yang diperoleh hari ini, tetapi teruslah mengasah diri menjadi insan yang berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi umat," pesan Rektor. (sug)
UINSU Medan Sukses Tembus Peringkat Dunia
Laporan Dugaan Perzinahan Dicabut, UIN Syahada Kedepankan Asas Praduga Tak Bersalah
Penjelasan Pimpinan UINSU terkait Dosen AS
UIN Sumut Medan Siapkan 15 Ekor Hewan Qurban untuk Sambut Iduladha 1447 H
Rektor UIN Sumut : Xinjiang, Kashgar, dan Beijing Miliki Sejarah Panjang Peradaban Islam Asia Tengah