Sameda Gelar Workshop Ekonomi Hijau dan Hilirisasi UKMK Perempuan Petani Sawit Naik Kelas
"Asta cita yakni mendorong ekonomi hijau dan ekonomi biru serta tingkatkan hilirisasi," kata Hendra.
Dengan hilirisasi produk sawit, perempuan petani sawit, terutama UKMK mampu memenuhi kehidupannya. Selain bahan mentah tadi seperti lidi, juga minyak jelantah sawit bisa diolah lagi menjadi minyak murni, lilin aroma terapi, sabun mandi dan parfum.
Hendra sendiri sudah menggerakkan perempuan petani untuk hilirisasi produk melalui usaha yang dibentuknya CV Rumah Tamadun 2 Mei 2017. Tahun 2019, Hendra mengubah motto menjadi "Pusat Aneka Kerajinan Sawit Dunia".
Di sini dia bersama kaum perempuan mengolah produk turunan limbah sawit seperti Aneka tas lidi sawit untuk pria dan wanita, kotak tisu lidi sawit, sapu lidi sawit. Juga aneka sapu lidi sawit, souvenir gantungan kunci sawit, sabun minyak mentah jelantah, lilin aroma terapi, teh daun sawit. Ada lagi produk piring, mangkok, bakul nasi, tempat buah dan sebagainya.
"Jika produk turunan sawit dikembangkan menjadi produk lain maka banyak keuntungan yang diperoleh perempuan petani sawit.
Kegiatan ini dari dana pengelolaan perkebunan," katanya.
Hendra mengatakan, Samade bekerjasama dengan BPDP untuk mengembangkan produk hilirisasi sawit tersebut. Selama ini banyak tudingan negatif terhadap kelapa sawit, utamanya dari negara Barat.
Selaku pengurus Samade dan Owner CV Rumah Tamadun menyuarakan ke negara Barat ketika diundang ke Washington DC bahwa sawit itu produk turunannya banyak sekali seperti Biodiesel 40 (B40) yang merupakan hilirisasi sawit makanya harga jadi tinggi. Banyak sekali turunan dari kelapa sawit yang bisa dimanfaatkan.
"Hilirisasi sawit bagi perempuan petani sawit sangat berpotensi besar mengingat Indonesia saat ini merupakan produsen sawit terbesar dunia, lebih 40 persen minyak nabati dunia dari Indonesia," tegasnya seraya menambahkan saat ini harga TBS Rp3.000 per kg.
Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Helmi Muhansyah di Jakarta yang tampil secara zoom di acara workshop itu mengatakan kelapa sawit pengaruhnya masih sangat besar.
Tahun lalu sebesar 20 miliar dolar AS disumbangkan oleh kelapa sawit. Kurang lebih Rp320 triliun devisa disumbangkan dari negara kita.
Menarik lagi, katanya, banyak yang bisa kita gunakan dari kelapa sawit, lidi untuk kerajinan, tas, utk batik. Ada lagi untuk minyak goreng, minyak goreng merah juga jadi roti.
"Banyak yang bisa digunakan. Ini salah satu program pemerintah untuk hilirisasi," terang Helmi.
Acara berlangsung dua hari itu diikuti mahasiswa, dosen dan pengusaha UKMK Kota Medan seperti keripik kentang dan anyaman
UNPRI Jadi Kampus Pertama Creative Workshop JNE Content Competition 2026
Dorong Keberlanjutan Kopi Gayo, Akademisi Kenalkan Model Ekonomi Hijau di Aceh Tengah
SIWO Sumut Gelar Workshop Wartawan Olahraga
Sri Rahmawaty Barus Terima Penghargaan “Perempuan Pelopor Pembangunan”
Nazaya Zulaikha, Didaulat Jadi Duta Promosi Prefektur Saitama