Membaca Gaya ‘Menari’ PAN Jelang Pilkada Deliserdang
analisamedan.com - Tidak banyak dibicarakan. Bahkan mungkin dipandang sebelah mata. Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Deliserdang memang tidak terdengar hiruk-pikuk di internal jelang pemilihan kepala derah (pilkada). Meski demikian tahapan penjaringan dan pendaftaran bakal calon kepala daerah baik bupati maupun wakil bupati sudah selesai dilaksanakan.
Partai 'matahari terbit' ini terbilang 'adem ayem' . Tidak terdengar riak. Dapat dimaklumi, PAN Deliserdang hanya memiliki 3 kursi di legislatif sehingga agak sedikit tahu diri untuk menahan diri dari 'syahwat ' politik berlebihan.
Dalam situasi perkembangan politik di Deliserdang saat ini, ternyata PAN secara senyap bergerak lebih maju dibandingkan dari partai politik lainnya. PAN ibarat orang sedang dalam kerumunan, ternyata mampu 'menari' di tengah-tengah kerumunan tanpa banyak yang menyadari.
Selangkah lebih maju, PAN yang tahu diri untuk tidak ngotot memajukan kadernya sebagai bakal calon bupati, karena memang 3 kursinya tidak bisa mengusung sendiri bahkan butuh banyak kursi tambahan mencapai 7 kursi untuk bisa mengusung calonnya. Butuh koalisi setidaknya dengan 2-3 parpol pemilik kursi di legislatif.
Gaya menari PAN dalam strategi politiknya cukup piawai. Ibarat balapan, PAN dengan cerdas menyalip parpol lainnya di tikungan yang lengang sebagai gaya tariannya. Melihat belum adanya kepastian dari partai politik papan atas yang punya kursi lebih seperti, Gerindra, Golkar, PDIP dan NsDem, PAN justru tampil dengan deklarasi 'semi terbuka'.
Melalui Ketua Penjaringan dan Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada) PAN Deliserdang Wahyu Danin yang juga Bendahara PAN Deliserdang, secara terbuka kepada publik melalui mediamassa telah menyuarakan adanya koalisi PAN-NasDem dalam waktu dekat mendeklarasikan pasangan Ali Yusuf Siregar (AYS) dengan kadernya Bayu Sumantri Agung (BSA).
Publikasi terbuka ini menjadi gaya menari PAN yang cerdas dan piawai dalam mengambil momentum di tengah situasi politik yang sudah mendekati masa pendaftaran bakal calon di KPU akhir Agustus 2024 nanti.
Apa lagi, dari isu yang berkembang banyak partai politik pemilik kursi di DPRD Deliserdang tidak percaya diri mengusung kadernya sendiri untuk maju di pilkada karena tidak memiliki kans untuk menang.
Kader Militan
Selain cerdas mengambil momentum, PAN Deliserdang cukup piawai melihat peluang dengan menyodorkan kadernya Bayu Sumantri Agung (BSA) di posisi calon wakil bupati yang dinilai kader militan partai tersebut.
Beberapa fakta sosok BSA dalam perpolitikan di Deliserdang disebut sebagai kader militan karena 3 kali pemilu legislatif mencatat 'hattrik' bisa terpiih sebagai anggota DPRD. Karir politiknya juga dari bawah sampai akhirnya kini diamanahkan sebagai Sekretaris PAN Deliserdang serta Ketua Fraksi PAN di legislatif.
Perolehan suaranya secara pribadi pada 3 kali pemilu legislatif di daerah pemilihannya, juga mayoritas dengan jumlah fantastis. Pada pemilu legislatif 9 April 2014, BSA meraih suara 8.000 dan menjadi suara terbanyak untuk semua dapil mengungguli politisi senior lainnya. Dan pada pemilu legislatif 14 Pebruari 2024 kemarin juga menjadi peraih suara terbanyak di dapil I dengan 11.993 suara.
Milintansi BSA di internal PAN terlihat dari rekam jejaknya yang juga pernah menjabat Ketua Penegak Amanat Reformasi Rakyat (PARRA) Indonesia Kabupaten Deliserdang. Selain itu, di organisasi kepemudaan (OKP), BSA juga pernah menduduki posisi strategis di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Deliserdang sebagai bendahara termasuk Pemuda Pancasila.
Nilai layak jual BSA juga bisa dilihat dari keberadaannya diberbagai organisasi seperti, pernah menjadi Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Deliserdang bahkan Sumatera Utara, yang ini jelas memberi efek positif untuk meraih suara dari kalangan keluarga besar Muhammadiyah.
Tugaskan Kader
Gaya menari PAN lainnya yang nyaris tidak dimiliki partai lainnya adalah tugas dari pimpinan partai di tingkat pusat. BSA secara terbuka mengaku mendapat amanah langsung dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) untuk maju pada pilkada Deliserdang.
Kepercayaan pimpinan PAN dengan mengutamakan kadernya ini menjadi nilai plus dan menunjukkan sistem kaderisasi berjalan serta menjadi prioritas. Sebuah keniscayaan, perhelatan pilkada semestinya menjadi 'mainan' murni partai politik diperuntukkan untuk kadernya yang telah berkontribusi untuk kemajuan partai dan manfaat bagi rakyat.
Tatkala sebuah parpol tidak mempercayai kader sendiri dan lebih mengutamakan transaksional untuk maju berkontestasi, menunjukkan bahwa kaderisasi tidak berjalan dan dipastikan partai itu sendiri tidak memperlakukan rakyat dengan baik.
Akankah gaya menari PAN jelang pilkada Deliserdang ini efektif dan mampu 'menghipnotis' NasDem untuk berkoalisi ? Kita nantikan bersama !
‘Menggugat’ Pilkada Kabupaten Deliserdang
Pilkada ‘Amburadul’, Komisioner KPU dan Bawaslu Deliserdang Dilaporkan ke DKPP
Paslon Yusuf-Bayu Gugat Hasil Pilkada Deliserdang ke Mahkamah Konstitusi
Pilkada Deliserdang Berpotensi Diulang, KPU Dinilai ‘Pembangkang’ Hukum Konstitusi
Ustaz Abdul Somad Ajak Masyarakat Deliserdang Coblos Pasangan Yusuf-Bayu, Puluhan Ribu Masyarakat ‘Banjiri’ Tabligh Akbar