Menanti ‘Endusan’ dan ‘Tandukan’ Banteng di Pilkada Deliserdang
analisamedan.com - Tetap bertahan sebagai partai politik papan atas dalam sejarah setiap pemilihan umum (pemilu) legislatif pascareformasi. Partai Demkorasi Indonesia Perjuangan (PDIP) besutan Megawati Soekarni Putri ini selalu konsisten dengan perolehan kursinya di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deliserdang.
Meski tidak kursi ketua DPRD, kursi pimpinan DPRD sebagai wakil ketua selalu menjadi 'jatah' partai berlambang banteng moncong putih ini. Pada pemilu legislatif 14 Pebruari 2024 kemarin, PDIP Deliserdang mendapatkan 7 kursi dan tetap bertahan sebagai partai papan atas.
Dengan perolehan 7 kursi tersebut, PDIP Deliserdang menjadi salah satu partai politik (parpol) yang turut diincar para tokoh yang ambisi untuk maju sebagai calon bupati dan wakil bupati diperhelatan pilkada Deliserdang 27 Nopember 2024 mendatang.
PDIP Deliserdang sendiri sudah membuka pendaftaran dan penjaringan bakal calon kepala daerah (bacakada) bupati dan wakil bupati Deliserdang untuk diusung pada pilkada. Sejumlah tokoh bermunculan untuk mendapatkan tiket dari PDIP. Namun hasilnya juga belum diumumkan karena masih digodok pimpinan pusat.
Meski demikian, menarik untuk memprediksi kebijakan PDIP dalam pilkada Deliserdang sembari menanti kemana juga kepada siapa 'endusan; dan 'tandukan' banteng mengarah. Baik sebagai jalan maupun penghadang dari kontestasi politik yang atmosfernya sudah terasa panas.
Partai Petarung
Dalam catatan sejarah sejak pilkada langsung pertama di Kabupaten Deliserdang tahun 2009-2014 yang menggunakan dukungan kursi di DPRD untuk bisa maju diusung sebagai calon, PDIP adalah parpol petarung.
Pada pilkada 2009-2014, PDIP memajukan kadernya Ruben Tarigan pada kontestasi tersebut. Melawan calon petahana saat itu Amri Tambunan yang berpasangan dengan Zainuddin Mars, jagoan Banteng harus mengakui keunggulan calon petahana.