Rektor UIN Sumut : Kebijakan Ramah Lansia bagi Jemaah Haji Beri Rasa Aman dan Nyaman
"Amir Al-Hajj sesungguhnya telah mempersiapkan semuanya dengan cara yang terbaik dan mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Tentu yang tidak kalah pentingnya adalah kesiapan petugas haji pada saat pelaksanakan puncak haji di 'Arafah, Muzdalifah dan Mina," kata Nurhayati.
Ditambahkannya,segala fasilitas dan akomodasi disiapkan. Apakah itu berkenaan dengan tenda dan kemah. Kapasitas penghuni dan segala perangkat lainnya listrik, lampu dan Ac. Demikian juga dengan akomodasi jama'ah.
Bahkan kebutuhan kebersihan, mandi, cuci dan tempat buang air kecil dan besar tak luput dari pantauan. demikianlah dalam beberapa laporan disebutkan, sebelum pelaksanaan haji tidak sekali Amir Al-Hajj terbang ke Saudi hanya untuk melihat persiapan dan memastikan semuanya berjalan dengan baik.
Prof Nurhayati yang tahun ini diberi Allah kesempatan melaksanakn ibadah haji sangat sadar dan mengetahui betapa sulitnya mengurus jama'ah haji Indonesia dalam jumlah yang sangat besar dengan keberadaan lansia di dalamnya.
Bahkan untuk menyebut contoh, ada kloter yang jama'ah Lansianya lebih banyak dari jama'ah non lansia.Mengurus Lansia di tengah jutaan umat manusia di negara orang tidaklah mudah.
"Siapapun yang pernah haji akan sangat paham keadaan ini. Oleh karena itu, prestasi haji Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini sebelum dan sesudah covid patut diacungi jempol. Survey kepuasan haji juga mengalami peningkatan".
Menteri Agama telah berijtihad dengan menggunakan pendekatan Teologis-Spiritualistik tanpa mengabaikan pertimbangan yang bersifat rasional dan empiric. Keputusan telah ditetapkan. Menteri Agama telah membuat wajah-wajah lansia yang sedih dan penuh harap menjadi wajah-wajah yang ceria dan Bahagia Ketika diperkenankan untuk berhaji tahun 2023.
Kendatipun ada kekurangan dipastikan itu bukanlah sesuatu yang diinginkan. Yang terpenting adalah bagaimana antisipasi yang dilakukan dan bagaimana penyelesaiannya. Pastinya, sebagai Amir Al-Hajj Menteri Agama telah mengambil sikap tegas dan sigap untuk mengatasinya.
"Terimakasih Pak Menteri Agama dan seluruh petugas haji Indonesia 2023 atas ikhitiar maksimal yang telah dilakukan. Semoga Allah menjadikan apa yang telah dilakukan menjadi amal shaleh yang mendapatkan perkenan Allah SWT," ujar Prof Nurhayati.
Rektor UIN Sumut : Xinjiang, Kashgar, dan Beijing Miliki Sejarah Panjang Peradaban Islam Asia Tengah
Kloter Terakhir Embarkasi Medan Tiba di Ahmed
Akibat Dimensia, Dua Jemaah Haji Asal Tapsel dan Tanjungbalai Dipulangkan
Asal Padangsidimpuan, Jemaah Kloter 12 Rawan Resti
Ketua PPIH Bersyukur Kartu Nusuk Diterima Jemaah di Embarkasi