Rektor UIN Sumut : Kebijakan Ramah Lansia bagi Jemaah Haji Beri Rasa Aman dan Nyaman
analisamedan.com - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara (Sumut) mengapresiasi kebijakan Ramah Lansia (lanjut usia) bagi jemaah haji di tahun ini. Karena kebijakan ini membuat jemaah haji merasa aman dan nyaman.
Dengan kebijakan itu, maka pada tahun 2023 ini calon jamaah yang berusia di atas 65 tahun diberangkatkan.
"Pada tahun sebelumhya ada pembatasan keberangkatan calon jamaah haji yang maksimal berumur 65 tahun, namun pada 2023 ini calon jamaah yang berusia di atas 65 tahun diberangkatkan. Ini merupakan pengalaman tersendiri bagi petugas pendamping jemaah haji," kata Rektor UIN Sumut, Prof Dr Hj Nurhayati MAg, kepada wartawan, Kamis (6/7/2023), sepulang dari melakasanakan ibadah haji.
Disebutkan Nurhayati, saat pandemi Covid-19 kemarin, pemerintah membuat kebijakan calon jamaah haji yang bisa berangkat berusia maksimal 65 tahun. Kebijakan tersebut berdampak pada kondisi yang relatif normal saat ini, Calon jamaah haji yang berusia di atas 65 tahun, akhirnya berangkat pada tahun 2023 ini.
Berdasar data ada sekitar 67.000 calon jamaah haji yang berangkat tahun ini berusia lanjut.
Ini bukti bahwa pemerintah telah memberi perhatian khusus dengan pembuatan struktur layanan jamaah haji lansia. Maka kebijakan Kementerian Agama di bidang haji tahun 2023 ini adalah kebijakan haji ramah lansia.
Banyaknya jumlah lansia merupakan dampak dari tidak adanya pemberangkatan jemaah haji Indonesia pada 2020 dan 2021, ditambah pembatasan usia pada 2022 akibat pandemi Covid-19. Dampaknya, jumlah lansia semakin banyak dan menumpuk.
Untuk mengurangi jumlah jemaah lansia, Kementerian Agama (Kemenag) membuat program percepatan pemberangkatan jemaah usia lanjut. Setiap tahunnya, akan ada kuota prioritas lansia. Diharapkan dengan program ini, jumlah jemaah lansia di tahun-tahun berikutnya akan berkurang signifikan, bahkan habis.
"Kebijakan Amir al-Hajj dalam hal ini Menteri Agama Agama untuk jemaah lansia patut didukung dan diapresiasi, sehingga diharapkan jemaah lansia ini secara bertahap bisa dikurangi, bahkan pada titik tertentu sudah tidak ada lagi. Sehingga ke depan jemaah haji rata-rata usianya tidak lagi usia lansia," kata kata Prof Nurhayati.
Ikhtiar yang dilakukan Amir Al-Hajj tidaklah kecil. Ia sangat sadar resiko yang harus diambil dengann keputusan besar itu.
Demikianlah, beberapa Upaya kasat mata yang dilakukan Amir Al-Hajj terhadap jama'ah haji lansia secara khusus dan jama'ah haji pada umumnya seperti meningkatkan dan mempersiapkan Fasilitas terbaik untuk mempermudah ibadah lansia dan membuat mereka aman dan nyaman.
Prof Nurhayati menilai hal spesifik bagi lansia diantarnya adalah; 1. Meminta jama'ah Shalat di Hotel dan dapat dilakukan berjamaah di setiap lantai. Pelaksanaan shalat dilakukan dan diimami pembimbing ibadah dan tenaga haji dari daerah. Cara ini untuk menghindari jama'ah ke Haram menginat medannya yang berat bagi Lansia.
2.Setiap jamaah haji mendapatkan minuman air mineral biasa dan air mineral zam zam sebanyak 3 botol (330 ml). Dengan cara ini, jama'ah Lansia tidak perlu khawatir untuk tidak mendapatkan zam-zam selama di tanah haram.
3.Setiap lantai hotel disediakan kursi dorong untuk mempermudah kegiatan lansia. 4. Petugas haji disiapkan dan sigap untuk membantu lansia seperti membawakan barang bawaan dan keperluan lainnya misalnya pelaksanaan ibadah haji dan umrah yang harus dilaksanakan di Haram.
5.Posko piket terdapat di lantai ground atau lobby untuk siap sedia jika dibutuhkan bantuan dimana petugas piket terdiri dari tenaga kesehatan haji dan tenaga non Kesehatan.
6.Setiap jamaah diberikan gelang haji dan kalung yang berisikan barcode dan informasi maktap/hotel, ini akan mempermudah jamaah haji yang tersesat untuk mendapatkan bantuan diantar ke hotel atau maktap.
7. Mempersiapkan petugas yang terampil dengan jalinan komunikasi yang tertata untuk mencari dan menemukan jika ada jamaah haji lansia yang tersasar dan tidak mengetahui jalan Kembali ke Maktab.
"Amir Al-Hajj sesungguhnya telah mempersiapkan semuanya dengan cara yang terbaik dan mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Tentu yang tidak kalah pentingnya adalah kesiapan petugas haji pada saat pelaksanakan puncak haji di 'Arafah, Muzdalifah dan Mina," kata Nurhayati.
Ditambahkannya,segala fasilitas dan akomodasi disiapkan. Apakah itu berkenaan dengan tenda dan kemah. Kapasitas penghuni dan segala perangkat lainnya listrik, lampu dan Ac. Demikian juga dengan akomodasi jama'ah.
Bahkan kebutuhan kebersihan, mandi, cuci dan tempat buang air kecil dan besar tak luput dari pantauan. demikianlah dalam beberapa laporan disebutkan, sebelum pelaksanaan haji tidak sekali Amir Al-Hajj terbang ke Saudi hanya untuk melihat persiapan dan memastikan semuanya berjalan dengan baik.
Prof Nurhayati yang tahun ini diberi Allah kesempatan melaksanakn ibadah haji sangat sadar dan mengetahui betapa sulitnya mengurus jama'ah haji Indonesia dalam jumlah yang sangat besar dengan keberadaan lansia di dalamnya.
Bahkan untuk menyebut contoh, ada kloter yang jama'ah Lansianya lebih banyak dari jama'ah non lansia.Mengurus Lansia di tengah jutaan umat manusia di negara orang tidaklah mudah.
"Siapapun yang pernah haji akan sangat paham keadaan ini. Oleh karena itu, prestasi haji Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini sebelum dan sesudah covid patut diacungi jempol. Survey kepuasan haji juga mengalami peningkatan".
Menteri Agama telah berijtihad dengan menggunakan pendekatan Teologis-Spiritualistik tanpa mengabaikan pertimbangan yang bersifat rasional dan empiric. Keputusan telah ditetapkan. Menteri Agama telah membuat wajah-wajah lansia yang sedih dan penuh harap menjadi wajah-wajah yang ceria dan Bahagia Ketika diperkenankan untuk berhaji tahun 2023.
Kendatipun ada kekurangan dipastikan itu bukanlah sesuatu yang diinginkan. Yang terpenting adalah bagaimana antisipasi yang dilakukan dan bagaimana penyelesaiannya. Pastinya, sebagai Amir Al-Hajj Menteri Agama telah mengambil sikap tegas dan sigap untuk mengatasinya.
"Terimakasih Pak Menteri Agama dan seluruh petugas haji Indonesia 2023 atas ikhitiar maksimal yang telah dilakukan. Semoga Allah menjadikan apa yang telah dilakukan menjadi amal shaleh yang mendapatkan perkenan Allah SWT," ujar Prof Nurhayati.
Hadiri Seminar Internasional di UIN Sumut, Menteri Agama : Indonesia Miliki Kepala Negara yang Hebat
Rektor UIN Sumut Wisuda 1.736 Sarjana, “Jadilah Solusi bukan Masalah.”
Rektor UIN Sumut Ajak Mahasiswa Baru Bekali Diri dengan Karakter dan Ahlak yang Kuat
354 Jemaah Haji Kloter 14 Debarkasi Medan Tiba Lebih Awal, 1 Wafat dan 1 Masih Dirawat di Arab Saudi
3.943 Jemaah Haji Sumut Telah Kembali, Kloter 11 Tiba di Debarkasi Medan