Kota Medan Tenggelam, Pemerintahnya Sibuk Berfoto
Wali Kota Medan memang terlihat turun ke lapangan, menembus banjir dan menyalami warga. Tapi publik kini semakin kritis. Mereka bertanya Mengapa sistem drainase tak berfungsi? Mengapa kolam retensi gagal menampung air? Ke mana larinya anggaran miliaran rupiah proyek pengendalian banjir?
Pertanyaan itu, kata Farid, tak pernah dijawab secara transparan. "Pemerintah lebih sibuk mengelola citra daripada mengelola air," ujarnya.
Kritik juga datang dari warga di berbagai kawasan. Di Pulo Brayan, warga menuding proyek pembetonan jalan tanpa perbaikan drainase sebagai penyebab meluasnya genangan. Sementara di Tanjung Sari, air bertahan hingga berhari-hari, menyebabkan penyakit kulit dan ancaman demam berdarah.
Para ahli menilai, program pembangunan kolam resapan yang digembar-gemborkan pemerintah hanyalah kosmetik dibangun tanpa studi hidrologi mendalam dan tanpa integrasi antarwilayah sungai.
Pengurus BKM Masjid Al Badar/Al Badar Center Periode 2026-2031 Dikukuhkan
Hajab! 33 Miliar Dana Bencana di Sidimpuan Habis Untuk Perjalanan Dinas Dan Belanja Pegawai
Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS Sampaikan Catatan Penting
DPRD Gelar Paripurna HUT ke 436 Kota Medan, Momentum Perkuat Komitmen
Ketua DPRD Medan Harap Waisak Momentum Perkuat Toleransi