Kota Medan Tenggelam, Pemerintahnya Sibuk Berfoto
Wali Kota Medan memang terlihat turun ke lapangan, menembus banjir dan menyalami warga. Tapi publik kini semakin kritis. Mereka bertanya Mengapa sistem drainase tak berfungsi? Mengapa kolam retensi gagal menampung air? Ke mana larinya anggaran miliaran rupiah proyek pengendalian banjir?
Pertanyaan itu, kata Farid, tak pernah dijawab secara transparan. "Pemerintah lebih sibuk mengelola citra daripada mengelola air," ujarnya.
Kritik juga datang dari warga di berbagai kawasan. Di Pulo Brayan, warga menuding proyek pembetonan jalan tanpa perbaikan drainase sebagai penyebab meluasnya genangan. Sementara di Tanjung Sari, air bertahan hingga berhari-hari, menyebabkan penyakit kulit dan ancaman demam berdarah.
Para ahli menilai, program pembangunan kolam resapan yang digembar-gemborkan pemerintah hanyalah kosmetik dibangun tanpa studi hidrologi mendalam dan tanpa integrasi antarwilayah sungai.
CLS dan MUI Kota Medan Gandeng Dinas LH Edukasi Warga Melalui Dakwah Ekoteologi
Warga Datuk Kabu Pasar 3 Tembung Gotong Royong Antisipasi Banjir
MUI Medan dan Yayasan CLS Perkuat Sinergi Ecoteologi untuk Atasi Krisis Sampah
15 Tahun Ummu Rahmah, Menuntun Umat Lewat Cinta Alquran
Pelaksanaan MTQ Harus Jadi Gerakan Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial