Kota Medan Tenggelam, Pemerintahnya Sibuk Berfoto
Farid menilai, tata kelola air di Medan masih menggunakan pola abad lalu. "Ketika Jakarta sudah memakai sistem pengendalian air berbasis teknologi, dan Surabaya memetakan jaringan drainase secara digital, Medan masih mengandalkan laporan manual dari lurah dan camat," ungkapnya.
Drainase hanya dibersihkan menjelang musim hujan, proyek pengendalian banjir disusun tanpa data curah hujan, dan peta risiko banjir tak pernah dipublikasikan secara terbuka.
Farid mengusulkan tiga langkah konkret agar Medan tak terus tenggelam dalam persoalan yang sama yakni Audit menyeluruh proyek drainase dua tahun terakhir, termasuk kontraktor dan volume pengerukan sungai. Publikasi peta genangan dan rencana pengendalian banjir secara daring, agar masyarakat dapat mengawasi progresnya. Moratorium izin pembangunan di bantaran sungai dan kawasan resapan sampai ada sistem tata ruang yang jelas dan berbasis data.
Refleksi HUT ke-436 Kota Medan, Fraksi PKS Sampaikan Catatan Penting
DPRD Gelar Paripurna HUT ke 436 Kota Medan, Momentum Perkuat Komitmen
Ketua DPRD Medan Harap Waisak Momentum Perkuat Toleransi
MUI Kota Medan Anugerahkan Award kepada Kapolrestabes Medan atas Keberhasilan Tekan Kriminalitas dan Narkoba
Solar Antre di Berbagai SPBU Medan, LAPK Minta Pertamina Beri Penjelasan Transparan