Okupansi Tembus 110 Persen, KA Putri Deli Jadi Primadona Masyarakat di Momentum Nataru
Pencapaian ini sekaligus mempertegas kehadiran nyata pemerintah dalam menyediakan aksesibilitas yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat melalui skema subsidi (PSO). Dengan tarif yang sangat terjangkau sebesar Rp27.000, subsidi tersebut menjadi instrumen penting untuk menjamin mobilitas rakyat tanpa mengesampingkan standar kenyamanan serta ketepatan waktu perjalanan.
Kehadiran KA Putri Deli kini telah bertransformasi lebih dari sekadar alat transportasi, melainkan menjadi urat nadi yang merajut konektivitas antara enam wilayah administratif di Sumatera Utara.
"Kami melihat kereta api ini sebagai jembatan ekonomi yang menghubungkan pusat kota dengan kabupaten, mulai dari Deli Serdang hingga Asahan, guna menghidupkan geliat UMKM di sepanjang lintasannya," jelas Anwar menambahkan.
Perjalanan sejauh 175 kilometer ini terbukti efektif menggerakkan roda perekonomian daerah melalui distribusi orang dan jasa yang lebih cepat serta efisien. Dampak ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar stasiun pemberhentian yang kini semakin terintegrasi dalam satu ekosistem transportasi yang solid.
Bagi masyarakat yang belum memiliki tiket, KAI mengingatkan agar segera merencanakan perjalanan mengingat ketersediaan kursi yang terus menipis di puncak musim libur ini.
"Kami mengimbau pelanggan untuk menggunakan aplikasi Access by KAI. Prosesnya jauh lebih mudah, bisa dilakukan di mana saja tanpa perlu mengantri atau datang langsung ke stasiun," tutup Anwar. (imar)
Pasca Insiden di Perbaungan, KAI Divre I Sumut Perkuat Upaya Keselamatan di Perlintasan Sebidang
Stasiun Perlanaan: Topang Mobilitas Warga Simalungun Bagian Timur dan Mendorong Roda Ekonomi
KAI Divre I Sumut Siagakan Pos Kesehatan di Empat Stasiun Utama, Hadirkan Perjalanan Kereta Api yang Aman dan Nyaman
Praktis dan Ramah Lingkungan, 69 Ribu Pelanggan KAI di Stasiun Medan Manfaatkan Face Recognition Selama Semester I 2026
140 Tahun Perkeretaapian di Sumatera Utara, Dari Jalur Perkebunan Menjadi Penggerak Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi