Organda Tegaskan Operasional BRT Mebidang Harus Kedepankan Kolaborasi Stakeholder
"Atas dasar semangat kolaborasi itu, sehingga keterlibatan penguasaha angkutan lokal tetap dibutuhkan agar tidak ditemukan kendala dalam setiap tahapannya," tegas Frans seraya mengungkapkan sampai sejauh ini Organda masih menunggu proses pembahasan teknisnya.
Dalam keterangannya Frans Simbolon juga menyebutkan guna menjawab rencana besar pemerintah dalam pengelolaan transportasi modren yang melibatkan Bank Dunia tersebut, Organda bersama beberapa badan usaha angkutan di Medan, Binjai dan Deliserdang telah membentuk badan usaha bersama berupa konsorsium yang dimaksudkan dapat mengambil peran penting guna mendukung serta ikut mengambil peran strategis dalam pengelolaan operasional bus listrik maupun sebagai angkutan pengumpan atau disebut feeder atau sebagai angkutan umum yang menghubungkan kawasan pemukiman warga dengan halte atau stasiun utama BRT.
Kalau hal ini tidak diakomodir, kata Simbolon maka kami tidak dapat menjamin operasional BRT nantinya dapat berjalan baik dan lancar. Sebab nasib ribuan sopir angkutan konvensional bersama keluarganya juga ikut terdampak mengingat masyarakat dipastikan akan lebih memilih angkutan massal yang relatif lebih nyaman. (suhayri)
Konsorsium Angkutan Massal Mebidang Desak Pemerintah Terbuka
DPRD Medan Mengaku Tak Pernah Dilibatkan dalam Perencanaan, Proyek BRT Jangan Jadi Beban APBD
DPRD Medan Soroti Proyek BRT, Jangan Sampai Bebani APBD dan Timbulkan Kemacetan
Konsorsium Angkutan Umum Mebidang Terbentuk, Dorong Integrasi Angkutan Eksisting dengan BRT
Kuasai Hutan Register Puluhan Tahun Tanpa Ijin, Masyarakat di Paluta Tuntut Ganti Kerugian Enam Triliun