Konsorsium Angkutan Massal Mebidang Desak Pemerintah Terbuka
Gustan Pasaribu - Sabtu, 15 Agustus 2026 19:18 WIB
analisamedan/dok
Frans menilai pemerintah berkesan tertutup dalam penambahan operasional BRT yang sebelumnya telah beroperasi 5 koridor, lalu bertambah 5 koridor lagi di Kota Medan serta 2 koridor untuk Binjai dan Deliserdang, sehingga nantinya akan ada 12 koridor BRT yang operasionalnya menggunakan bus listrik itu.
Menurut Simbolon ketertutupan pemerintah itu khususnya mengenai siapa operator dari 7 koridor yang sampai saat ini belum ada kabar pastinya, sementara kami juga sudah bermohon untuk ikut dalam pengoperasian bus BRT itu. Juga bagaimana skema bus trayek pengumpan (feeder) sebagai angkutan pengumpan yang menghubungkan area perumahan ataupun jalan kecil menuju halte serta jalur utama BRT yang telah ditentukan.
Padahal ujarnya lagi, diketahui bahwa dalam operational BRT tersebut akan mengutamakan kolaborasi dan koordinasi lintas instansi antara Pemprov Sumut, Pemko Medan, dan Kementerian Perhubungan terkait pengelolaan rute serta integrasi angkutan eksisting.
"Makanya kami yang bergabung dalam konsorsium menilai cukup banyak kejanggalan dalam persiapan operasional BRT Mebidang itu," ujarnya.
Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Organda Tegaskan Operasional BRT Mebidang Harus Kedepankan Kolaborasi Stakeholder
Konsorsium Angkutan Umum Mebidang Terbentuk, Dorong Integrasi Angkutan Eksisting dengan BRT
Proyek Mastran BRT Mebidang Diresmikan, Walikota Medan: Solusi Transportasi Aktivitas Masyarakat
Komentar