Bercerminlah !

Oleh : Amirul Khair
El-Khair - Jumat, 05 Juli 2024 01:12 WIB
Bercerminlah !
dok.analisamedan.com
Penulis Amirul Khair (Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang)


Ketika ada rambut yang tidak rapi, cermin akan memperlihatkan secara jelas titik atau posisi yang tidak rapi agar kita segera merapikannya. Cermin juga akan menampilkan bagian kotor dari tubuh kita seperti, bila ada lumpur yang lengket di tubuh, maka lumpur itu akan ditampilkan secara jelas sehingga kita mudah untuk membersihkan.

Semuanya akan bisa ditampilkan secara jelas dengan syarat, cerminnya juga harus senantiasa bersih dengan cara selalu dirawat, dibersihkan bila ada kotoran atau noda yang dapat menyebabkan cermin menjadi kotor turut akan memengaruhi kualitas cahaya dan gambar yang akan dipantulkannya.

Untuk membersihkan cermin atau hati, melalui zikir-zikir munajat kepada Allah Swt Sang Pemilik hati manusia. Itu sebabnya Nabi Saw mengajarkan kita untuk bermohon dalam setiap doa agar Sang Pemilik hati dan jiwa kita tidak membolak-balikan hati kepada kelalaian serta kemaksiatan sehingga hati itu akan kotor.

Khalifah Umar Ibnu Alkhattab ra pernah mengingatkan kita, "Hisab diri kalian sebelum kalian dihisab, dan hendaklah kalian menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap-siaplah untuk hari besar ditampakkannya amal".

Peringatan yang disampaikan Umar 'Alfaruq' Ibnu Alkhattab ra merupakan sebuah kondisi yang kelak akan kita hadapi di hari Hisab yakni hari perhitungan di masa Kiamat telah datang. Dengan makna lain, selagi masih hidup di dunia, artinya Allah masih memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri sekaligus mempersiapkan diri.

Sebab ketika sudah datang masa 'dihisab' itu artinya, manusia sudah mati dan tidak punya kesempatan untuk memperbaiki diri dan beramal saleh. Orang-orang cerdas akan berupaya bercermin sehingga sebelum kematian tiba, sudah ada bekal yang akan dibawa menghadap Allah Sang Raja Hari Pembalasan.

Firman Allah Swt : "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya". (Q. S. Ali Imran : 185)

Rasulullah Saw bersabda : "Apabila anak adam (manusia) telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya darinya, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah (sedekah yang pahalanya terus mengalir), ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang selalu mendoakannya." (Riwayat Muslim).

Mari kita sering-sering bercermin agar kita tahu kekurangan diri dan memperbaiki kekurangan tersebut. Sibukkanlah diri kita dengan kekurangan diri dengan tidak sibuk mencari kekurangan orang lain yang justru membuat cermin diri sendiri akan rusak.

Ketika cermin diri rusak, maka kerugianlah bagi kita. Karena semua dari kita tidak aka nada yang terlewatkan dari hisab dan bakal dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Sang Mahaadil.

Bercerminlah ! Wallahul Muwafiq Ilaa aqwamit thoriq

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru