Dari Serabi ke Baitullah, Perjalanan Hati Nek Marni Menuju Tanah Suci

Gustan Pasaribu - Rabu, 21 Mei 2025 12:43 WIB
Dari Serabi ke Baitullah, Perjalanan Hati Nek Marni Menuju Tanah Suci
dok.analisamedan.com
Tak ada yang benar-benar tahu jalan takdir, kecuali mereka yang setia menunggu dengan sabar. Seperti itulah kisah Marni binti Poksum, perempuan 68 tahun yang akhirnya menginjakkan kaki di Asrama Haji Medan, Selasa (20/5/2025), untuk memulai perjalanan suci ke Baitullah.

"Nenek cuma ingin sampaikan, kalau sudah ada niat, daftar saja. Jangan tunggu tua, jangan tunggu kaya. Allah yang akan cukupkan kalau kita sungguh-sungguh," pesannya, bijak.

Kisah Nek Marni adalah kisah tentang ketulusan. Tentang bagaimana keikhlasan dan ketekunan mampu menembus batas usia, keterbatasan fisik, dan sempitnya ekonomi. Ia menunjukkan bahwa jalan menuju Tanah Suci bisa dimulai dari dapur sederhana, dari keringat seorang ibu, dari tangan yang membalik serabi satu per satu.

Ini bukan hanya cerita tentang haji, tapi tentang harapan yang tidak pernah padam, tentang cinta yang tidak pernah menua. Dan dari sudut kecil kota Tebing Tinggi, seorang nenek sederhana telah mengajarkan kita bahwa impian besar bisa digapai oleh siapa saja—asal hatinya cukup kuat untuk menunggu dan percaya.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru