Dari Serabi ke Baitullah, Perjalanan Hati Nek Marni Menuju Tanah Suci
"Nenek cuma ingin sampaikan, kalau sudah ada niat, daftar saja. Jangan tunggu tua, jangan tunggu kaya. Allah yang akan cukupkan kalau kita sungguh-sungguh," pesannya, bijak.
Kisah Nek Marni adalah kisah tentang ketulusan. Tentang bagaimana keikhlasan dan ketekunan mampu menembus batas usia, keterbatasan fisik, dan sempitnya ekonomi. Ia menunjukkan bahwa jalan menuju Tanah Suci bisa dimulai dari dapur sederhana, dari keringat seorang ibu, dari tangan yang membalik serabi satu per satu.
Ini bukan hanya cerita tentang haji, tapi tentang harapan yang tidak pernah padam, tentang cinta yang tidak pernah menua. Dan dari sudut kecil kota Tebing Tinggi, seorang nenek sederhana telah mengajarkan kita bahwa impian besar bisa digapai oleh siapa saja—asal hatinya cukup kuat untuk menunggu dan percaya.
356 Jemaah Haji Kloter 14 Debarkasi Medan Disambut Haru di Ahmed
Sambut Jamaah Haji, Wako Harry Pahlevi: Selamat Datang, Selamat Berkumpul Bersama Keluarga
Jamaah Haji Asal Padangsidimpuan Dijadwalkan Tiba Senin Malam di Balai Kota
Universitas Medan Area Sembelih 24 Ekor Lembu dan 2 Ekor Kambing pada Iduladha 1447 H
Kakanwil Kemenhaj Sumut Berangkatkan Kloter Pamungkas Embarkasi Medan