Ketika Air Mata Jatuh di Padang Arafah: Kisah Khairunnida Menapaki Jejak Spiritual di Tanah Suci
analisamedan.com - Mentari menggantung terik di langit Arafah, menusuk hingga 45 derajat Celsius. Tapi tidak ada satu pun yang mengeluh. Hari itu, Kamis 5 Juni 2025, jutaan manusia dari segala penjuru dunia memadati Padang Arafah. Mereka bersimpuh, menengadah, dan menangis dalam satu kesamaan: kerinduan akan ampunan dan cinta dari Sang Khalik.
Di antara lautan manusia itu, seorang perempuan asal Sumatera Utara, Khairunnida, berdiri bersama jutaan umat Islam lainnya, mengenakan pakaian ihram yang sederhana, namun penuh makna. Ia datang bersama sang suami, tergabung dalam Kloter 08 KNO. Tapi di hadapan Allah, ia hanyalah seorang hamba yang sedang mengiba dan berharap.
"Saat wukuf di Arafah saya menangis," tutur Khairunnida dengan suara bergetar. "Mengingat dosa-dosa, kesalahan masa lalu, dan juga mendoakan orang-orang yang saya cintai."
Jamaah Haji Asal Padangsidimpuan Dijadwalkan Tiba Senin Malam di Balai Kota
Universitas Medan Area Sembelih 24 Ekor Lembu dan 2 Ekor Kambing pada Iduladha 1447 H
Kakanwil Kemenhaj Sumut Berangkatkan Kloter Pamungkas Embarkasi Medan
Kloter Terakhir Embarkasi Medan Tiba di Ahmed
Wamenhaj RI Apresiasi Kesiapan Sumut Tangani Jemaah Transit dan Technical Landing