Menanti Kinerja MUI Sumatera Utara
Ulama mesti hadir bukan saja sebagai penjaga akidah, tetapi juga sebagai penjaga akhlak umat; bukan hanya sebagai pemberi fatwa, tetapi juga sebagai penuntun arah peradaban.
Dalam khazanah keilmuan MUI, peran ulama sering digambarkan dalam tiga istilah mulia. Sebagai shadiqul hukumah (mitra pemerintah), ulama berkewajiban menyampaikan nasihat, mengingatkan pemerintah jika ada yang melenceng, dan bekerja sama menjaga kepentingan rakyat.
Sebagai himayatul ummah (membimbing umat), ulama menjadi benteng dari berbagai ancaman: gangguan akidah, virus pemikiran liberal, dan konflik keamanan sosial. Sebagai khadimul ummah (pelayan umat), ulama harus siap mendengarkan keluhan masyarakat, memberikan solusi, menjadi juru damai, dan tidak berjarak dengan umat. Tiga tugas ini bukanlah peran yang sifatnya simbolik, ia membutuhkan kompetensi keteladanan yang seimbang.
Dalam sambutannya pada hari pengukuhan tersebut, Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak dua kali menyitir ayat "wa la tamutunna illa wa antum muslimun" janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.
Ayat ini tidak hanya sekadar seruan spiritual, melainkan sebagai pesan untuk menjaga identitas dan jati diri keislaman dalam setiap perilaku dan pengabdian. Menjadi pengurus MUI bukan hanya perkara administratif, melainkan sebuah janji untuk menjaga dirinya tetap dalam garis keikhlasan dan kecenderungan pada kepentingan Islam.
Pada saat yang sama, Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Dr. H. Amirsyah Tambunan, MA., mengingatkan bahwa ciri utama ulama adalah khasyah: rasa takut kepada Allah swt. jika meninggalkan perintah-Nya. Khasyah adalah energi batin yang membuat ulama berhati-hati dalam berkata dan bersikap, tidak terperangkap godaan dunia, dan tetap kokoh menjaga martabat. Dengan khasyah itulah ulama menjadi rujukan moral, melebihi dari sekadar status sosial.
Akhirnya, umat tengah menanti sesuatu yang sebenarnya sangat sederhana, tetapi menentukan: kinerja. Bukan jumlah pengurus yang banyak jumlahnya ditambah deretan nama dan gelar yang panjang, tetapi bagaimana kemudian hasilnya, kerja nyata.
MUI Sumatera Utara Gelar Seminar Nasional Penguatan Ekonomi dan Bisnis Umat
Ribuan Peserta Ikuti Gerak Jalan Sehat Gebyar Muharram 1448 H MUI Sumut
MUI Kota Medan Anugerahkan Award kepada Kapolrestabes Medan atas Keberhasilan Tekan Kriminalitas dan Narkoba
PWNU Sumut Sembelih Hewan Kurban, Warga NU Rasakan Kebahagiaan Idul Adha
CLS dan MUI Kota Medan Gandeng Dinas LH Edukasi Warga Melalui Dakwah Ekoteologi