PERNYATAAN SIKAP AKHIR TAHUN FORUM MASYARAKAT SIPIL SUMATERA UTARA (FORMASSU)
analisamedan.com -Forum Masyarakat Sipil Sumatera Utara (FORMASSU) menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus sikap tegas atas bencana banjir yang terus berulang di berbagai wilayah Sumatera. FORMASSU menegaskan bahwa banjir yang terjadi bukan semata-mata bencana alam, melainkan akumulasi kegagalan penegakan hukum, pembiaran illegal logging, deforestasi masif, serta kebijakan pembangunan yang abai terhadap daya dukung lingkungan dan keselamatan rakyat.
Kerusakan hutan, daerah aliran sungai (DAS), dan kawasan tangkapan air telah berlangsung secara sistematis dan dalam waktu lama. Pembalakan liar, perambahan kawasan hutan, serta alih fungsi lahan yang tidak terkendali menjadi faktor utama hilangnya fungsi ekologis hutan. Akibatnya, masyarakat di wilayah hilir menjadi korban banjir bandang, longsor, hilangnya desa, serta kerugian sosial-ekonomi yang berkepanjangan.
Ketua Umum FORMASSU, Ariffani, SH, MH, menegaskan bahwa situasi ini tidak dapat lagi ditoleransi. "Bencana banjir di Sumatera adalah alarm keras kegagalan penegakan hukum lingkungan. Ketika hutan dirusak dan hukum tidak berani menyentuh pelaku besarnya, maka rakyat—termasuk anak-anak—dipaksa membayar harga yang sangat mahal," tegasnya.
Pelantikan Pengurus LPA Deliserdang 13 Mei 2026
DPW Rampas Setia 08 Sumut Serukan Persatuan dan Dukungan untuk Presiden Prabowo Subianto
Begal Marak di Medan, Warga Resah dan Desak Negara Bertindak
FORMASSU Minta Surat Edaran Wali Kota Medan soal Daging Non-Halal Jangan Digiring ke Isu Sektarian
Pemerintah RI Tutup 28 Korporasi; Siapa Bertanggungjawab Memulihkan Lingkungan Hidup di Sumut dan Aceh ?