Ironi Program MBG, Ribuan Anak Keracunan, Sistem Pengawasan Gagal Total

Gustan Pasaribu - Kamis, 30 Oktober 2025 23:22 WIB
Ironi Program MBG, Ribuan Anak Keracunan, Sistem Pengawasan Gagal Total
dok.analisamedan.com
Farid Wajdi, Founder Ethics of Care dan mantan Anggota Komisi Yudisial (2015–2020),

Kasus keracunan terjadi berulang dengan pola serupa: makanan dikirim, siswa jatuh sakit, dapur ditutup sementara, lalu kasus menghilang tanpa evaluasi menyeluruh.

Di Lembang, Bandung Barat, 124 siswa dan guru terkapar usai menyantap menu MBG. Di Gunungkidul, hampir 700 anak mengalami gejala yang sama. Situasi serupa juga terjadi di sejumlah provinsi lain seperti Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan NTT.

Namun hingga kini, belum satu pun pengelola dapur atau pemasok diproses hukum. Hasil laboratorium kerap tertunda berbulan-bulan, sementara korban terus bertambah. "Hukum tampak tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Satgas dibentuk, tapi pola tetap sama—korban dirawat, dapur ditutup, lalu kasus lenyap dari sorotan," kritik Farid.

Hak atas pangan aman dan bergizi merupakan hak dasar warga negara. Namun pelanggaran berulang menunjukkan lemahnya tanggung jawab negara dalam melindungi kesehatan publik. Kompensasi bagi korban sejauh ini hanya berupa pengobatan gratis tanpa restitusi atau sanksi bagi pelaku. "Seolah ribuan anak dapat menukar kesehatan mereka dengan secarik surat maaf," ujarnya.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru