Ironi Program MBG, Ribuan Anak Keracunan, Sistem Pengawasan Gagal Total
Kasus keracunan terjadi berulang dengan pola serupa: makanan dikirim, siswa jatuh sakit, dapur ditutup sementara, lalu kasus menghilang tanpa evaluasi menyeluruh.
Di Lembang, Bandung Barat, 124 siswa dan guru terkapar usai menyantap menu MBG. Di Gunungkidul, hampir 700 anak mengalami gejala yang sama. Situasi serupa juga terjadi di sejumlah provinsi lain seperti Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan NTT.
Namun hingga kini, belum satu pun pengelola dapur atau pemasok diproses hukum. Hasil laboratorium kerap tertunda berbulan-bulan, sementara korban terus bertambah. "Hukum tampak tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Satgas dibentuk, tapi pola tetap sama—korban dirawat, dapur ditutup, lalu kasus lenyap dari sorotan," kritik Farid.
Hak atas pangan aman dan bergizi merupakan hak dasar warga negara. Namun pelanggaran berulang menunjukkan lemahnya tanggung jawab negara dalam melindungi kesehatan publik. Kompensasi bagi korban sejauh ini hanya berupa pengobatan gratis tanpa restitusi atau sanksi bagi pelaku. "Seolah ribuan anak dapat menukar kesehatan mereka dengan secarik surat maaf," ujarnya.
Perkuat Pengawasan Transparansi, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Gelar Audiensi Bersama Ombudsman
Masjid Abdurrahman Al-Fadhel Kembali Gulirkan Program ‘Jumat Berkah’
Jelang Idul fitri, Dapur MBG Wek III 02 Padangsidimpuan Bagikan Paket Sembako Kepada Warga Sekitar
Aksi Sosial SPPG Se-Padangsidimpuan, Salurkan Ratusan Paket Takjil Untuk Abang Becak Dan Pengguna Jalan
Keren! Salah Satu Menu MBG di Sidimpuan, Serasa Beri Parcel Lebaran