Ironi Program MBG, Ribuan Anak Keracunan, Sistem Pengawasan Gagal Total
Sejumlah negara dinilai berhasil menjalankan program serupa dengan sistem pengawasan ketat dan keterlibatan komunitas lokal. Brasil menerapkan Programa Nacional de Alimentação Escolar yang melibatkan dapur sekolah dan petani lokal di bawah dewan pangan independen. India sukses dengan Mid-Day Meal Scheme menggunakan dapur komunitas bersertifikat higienis. Cina mengawasi School Nutrition Improvement Plan lewat audit digital bahan makanan. Jepang menjadikan kyūshoku (makan siang sekolah) bagian dari pendidikan karakter dan kesehatan, dijalankan tenaga gizi profesional di dapur steril.
Model serupa mulai diwacanakan di Indonesia dengan pelibatan kantin sekolah sebagai pengelola MBG. Pola ini dinilai lebih efisien karena dekat dengan siswa, mudah diawasi guru dan orang tua, serta mengurangi risiko kontaminasi akibat distribusi panjang.
"Jika dijalankan dengan transparansi dan pengawasan ketat, kantin sekolah bisa menjadi titik balik perbaikan MBG, Namun jika hanya memindahkan tanggung jawab tanpa sistem yang kuat, program ini akan tetap bergizi bagi kontraktor, tetapi beracun bagi penerima manfaat.,"katanya
Indonesia memiliki ahli, peraturan, dan sumber daya memadai untuk menjamin keamanan pangan. Namun tanpa kemauan politik dan penegakan hukum yang tegas, tragedi keracunan MBG akan terus berulang. "Setiap suapan seharusnya menghadirkan rasa aman. Selama keamanan pangan diabaikan, program ini akan terus menorehkan luka kolektif," tutup Farid.
Perkuat Pengawasan Transparansi, Kemendukbangga/BKKBN Sumut Gelar Audiensi Bersama Ombudsman
Masjid Abdurrahman Al-Fadhel Kembali Gulirkan Program ‘Jumat Berkah’
Jelang Idul fitri, Dapur MBG Wek III 02 Padangsidimpuan Bagikan Paket Sembako Kepada Warga Sekitar
Aksi Sosial SPPG Se-Padangsidimpuan, Salurkan Ratusan Paket Takjil Untuk Abang Becak Dan Pengguna Jalan
Keren! Salah Satu Menu MBG di Sidimpuan, Serasa Beri Parcel Lebaran