Kepengurusan Geopark Kaldera Toba Harus Semi Independen, Pengurus Tidak Mampu Mundur

Frans Zul Sianturi - Kamis, 26 Oktober 2023 13:32 WIB
Kepengurusan Geopark Kaldera Toba Harus Semi Independen, Pengurus Tidak Mampu Mundur
istimewa
Ombang Siboro menyampaikan dihadapan Ketua DPRD Provinsi Sumut, Baskami Ginting bahwasanya kepengurusan Geopark Kaldera Toba harus semi independen dan pengurus yang tidak mampu harus mundur.
analisamedan.com -Dihadapan Ketua DPRD Provinsi Sumatra Utara, Baskami Ginting, Tokoh Pariwisata Sumut yang juga mantan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, Drs Ombang Siboro meminta supaya Pengurus Geopark Kaldera Toba harus semi independen dan tidak berbasis kepemerintahan.


Hal ini disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara pelaku wisata Danau Toba bersama mantan pengurus Geopark Kaldera Toba dengan pimpinan DPRD Provinsi Sumatra Utara pada Rabu(25/10/2023) di ruang rapat Kantor DPRD Provinsi Sumatra Utara.

"Pembiayaan kepengurusan Geopark Kaldera Toba ini harus dengan skema hibah dari pemerintah, dan pengurus yang ada harus mampu mencari bantuan dari berbagai dana CSR, namun jika tidak mampu melakukannya silakan pengurusnya mundur," tegas Ombang disambut tepuk tangan para pengelola wisata Danau Toba yang hadir.

Ia juga menjelaskan, banyak masyarakat di Danau Toba dengan Komunitas Lokal People sudah melakukan berbagai aktivitas di Kawasan Danau Toba, namun tidak dilibatkan dalam kepengurusan di Geopark Kaldera Toba, sebab ia melihat kepengurusan Geopark Kaldera Toba saat ini tidak memiliki niat untuk membangun Danau Toba namun lebih kepada acara ceremonial belaka.

Lebih lanjut, setelah acara dihadapan AnalisaMedan.com, Ombang menerangkan, ia memilih mundur dari kepengurusan Badan Pengelola Toba Caldera Unesco Global Geopark sejak tahun lalu karena sudah melihat kepengurusan tidak berjalan baik.

Bahkan, Ombang melihat, pemberian kartu kuning oleh Unesco sudah diprediksinya karena pola kepemimpinannya di Badan Pengelola Toba Caldera Unesco Global Geopark, yang minim leadership.

Ombang juga mendorong, agar Badan Pengelola Toba Caldera Unesco Global Geopark harus segera di reformasi, sebab banyak anak anak Danau Toba yang mampu menggerakkan organisasi Geopark Kaldera Toba ini dan sudah berbuat untuk Danau Toba dan pastinya ia tinggal dan bermukim di pesisir Danau Toba.

"Jadi jangan pernah berbicara tentang Danau Toba atau duduk menjadi pengurus Geopark Kaldera Toba, akan tetapi Danau Toba tidak penting baginya, omong kosong semua itu," tegasnya.

Hadir dalam RDP itu, Ketua Umum Geopark Kaldera Toba, Zumry Sulthony, beberapa pengurus Geopark Kaldera Toba yang masih bergabung dan sudah mundur yakni, Budi Sinulingga, Wilmar Simanjorang, Jonathan Tarigan serta dimoderatori oleh Sarma Hutajulu.







Editor
: Frans Zul Sianturi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru