Ulama Sepuh, Masyaikh dan Tokoh NU se Sumatera Serukan PBNU Sami'na wa Atho'na
analisamedan.com - Tidak ada jalan lain yang lebih maslahat menurut para ulama sepuh, masyaikh dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) se-Pulau Sumatera agar jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera melaksanakan islah (perdamaian) untuk menyelesaikan kisruh yang terjadi belakangan ini.
KH Abdul Hamid Ritonga didampingi Tokoh NU lintas generasi Syekh Syahrial Ams dan sejumlah ulama sepuh, masyaikh dan tokoh NU lainnya membahas perkembangan dan kondisi NU saat ini, sekaligus menyampaikan sikap.
Ritonga yang juga Rois PWNU Sumut ini memimpin pertemuan silaturrahim itu dalam mukadimahnya menjelaskan bahwa pertemuan tersebut didasari niat bersama untuk menjaga marwah jam'iyyah sebagai tempat berkumpulya para ulama.
"Pertemuan ini didasari rasa ikhlas dan harap dari Allah Swt agar terjadi islah sebagai jalan terbaik di jajaran PBNU," ujar KH Abdul Hamid.
Meskipun terjadi perbedaan pendapat peserta pada saat masing-masing menyampaikan masukan dan saran, pada akhirnya mengerucut dalam satu kesepakatan yang dituangkan sebagai pernyataan sikap bersama para Ulama Sepuh, Masyaikh dan Tokoh Nahdlatul Ulama.
Pernyataan sikap bersama para Ulama Sepuh, Masyaikh, dan Tokoh NU se-Sumatera yang dibacakan Kyai Hamid itu meliputi, Pertama, menyerukan kepada PBNU untuk islah sebagaimana dawuh masyaikh NU di Ploso dan di Tebuireng demi kemaslahatan jama'ah dan jam'iyah.
Kedua, islah dapat dilakukan dengan keikutsertaan unsur AHWA, mustasyar, dan zuriyat muassis NU untuk menegaskan kembali posisi mandataris muktamar NU ke-34 di Lampung, yaitu KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2021-2026.
Volume Penumpang Kereta Api di Deli Serdang Melonjak, Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah
Sepekan Libur Sekolah, KAI Divre I Sumut Layani 58 Ribu Lebih Pelanggan
UINSU Medan Sukses Tembus Peringkat Dunia
IRMALA Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan Zikir dan Doa
KA Putri Deli Angkut 541 Ribu Penumpang Hingga Mei 2026, Kuasai 47 Persen Pasar Kereta Api di Sumatera Utara