PKM FISIP UMA Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Prima Retail Fashion melalui Penguatan Komunikasi Efektif

Hadi Iswanto - Rabu, 11 Februari 2026 16:25 WIB
PKM FISIP UMA Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Prima Retail Fashion melalui Penguatan Komunikasi Efektif
analisamedan/dok
Tim PKM Fisip UMA Medan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di sektor retail fashion.
analisamedan.com -Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Medan Area (FISIP UMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di sektor retail fashion. Program ini mengangkat tema "Pelayanan Prima Melalui Komunikasi Efektif dalam Menciptakan Kepuasan Pelanggan" sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing usaha mitra.

Industri retail pakaian/fashion sebagai bagian dari sektor jasa terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat dan meningkatnya kebutuhan akan layanan yang praktis serta berkualitas. Dalam kondisi persaingan yang semakin ketat, kualitas pelayanan menjadi faktor penentu keberlanjutan usaha. Melihat realitas tersebut, tim dosen FISIP UMA hadir memberikan pendampingan berbasis keilmuan komunikasi dan manajemen pelayanan.

Program PKM ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kompetensi komunikasi pelayanan pada karyawan retail fashion, terutama dalam aspek komunikasi verbal, nonverbal, serta penanganan keluhan pelanggan. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian karyawan direkrut tanpa pelatihan komunikasi yang terstruktur. Interaksi pelayanan pun berlangsung secara spontan dan belum konsisten, sehingga memengaruhi persepsi pelanggan terhadap kualitas layanan.

Ketua Tim PKM, Dr. Syafrizaldi, S.Psi., M.Psi, menjelaskan bahwa komunikasi merupakan elemen inti dalam pelayanan jasa retail. "Pelayanan tidak hanya soal kualitas produk atau kecepatan transaksi, tetapi bagaimana karyawan membangun interaksi, menyampaikan informasi, serta merespons kebutuhan dan keluhan pelanggan. Komunikasi yang efektif akan membentuk pengalaman pelanggan yang positif dan berkesan," ujarnya.

Melalui program ini, tim PKM FISIP UMA memberikan penyuluhan dan pelatihan komunikasi efektif berbasis teori komunikasi interpersonal dan manajemen jasa. Materi yang diberikan meliputi teknik komunikasi verbal dan nonverbal, keterampilan mendengarkan aktif, komunikasi empatik, hingga strategi penanganan keluhan pelanggan secara profesional.

Metode pelatihan dirancang secara aplikatif melalui simulasi, role play, dan studi kasus yang disesuaikan dengan kondisi nyata pelayanan retail fashion. Pendekatan ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu menerapkannya secara langsung dalam aktivitas pelayanan sehari-hari.

Selain pelatihan, kegiatan PKM ini juga menghasilkan Standar Operasional Prosedur (SOP) komunikasi pelayanan retail fashion serta modul pelatihan komunikasi efektif yang dapat digunakan mitra secara berkelanjutan. SOP tersebut mengatur standar komunikasi mulai dari penyambutan pelanggan, penyampaian informasi produk, proses transaksi dan pengambilan barang, penanganan keluhan, hingga penutupan pelayanan.

Tim PKM, Dr. Taufik Wal Hidayat, S.Sos., M.AP, menambahkan bahwa aspek manajerial menjadi perhatian penting dalam pendampingan ini. "Manajemen retail perlu memandang komunikasi sebagai nilai jasa sekaligus aset strategis usaha. Dengan pengelolaan komunikasi yang terstruktur, kepuasan dan loyalitas pelanggan dapat meningkat secara signifikan," jelasnya.

Sementara itu, Dr. Selamat Riadi, S.E., M.I.Kom menekankan pentingnya membangun budaya pelayanan yang komunikatif dan profesional di lingkungan usaha mitra. "Ketika komunikasi menjadi budaya kerja, kualitas pelayanan tidak lagi bergantung pada individu tertentu, tetapi menjadi standar kolektif yang memperkuat citra usaha," ungkapnya.

Melalui PKM FISIP UMA ini, diharapkan terjadi peningkatan kualitas pelayanan retail fashion secara berkelanjutan, penguatan citra usaha, serta peningkatan daya saing mitra di tengah dinamika industri jasa. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan memberikan solusi aplikatif bagi pengembangan usaha kecil dan menengah di daerah.

Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru