UIN Sumut Kembali Torehkan Sejarah, 9 Guru Besar Dikukuhkan

Sugiatmo - Kamis, 22 Mei 2025 21:19 WIB
UIN Sumut Kembali Torehkan Sejarah, 9 Guru Besar Dikukuhkan
analisamedan/sugiatmo
9 Guru Besar UIN Sumut yang dikukuhkan pada Kamis (22/5/2025) di Kapus I Jalan Sutomo/IAIN Medam

analisamedan.com - Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU), kembali menorehkan sejarahnya sekaligus menegaskan eksistensinya sebagai Kampus berbasis nilai keberagaman dengan identitas Islam sebagai landasannya.

Hal ini terlihat, hasil kerja keras dan kerjasama seluruh warga civitas akademika UIN SU, Pimpinan Rektorat, Fakultas hingga instrumen pendukung Kampus lainnya, bersatu padu meningkatkan kualitas pembelajaran dan kualitas pengajaran di Kampus Islam Negeri kebanggaan masyarakat Sumatera Utara, ditandai lahirnya para Guru Besar yang di kukuhkan, pada Kamis (22/5) di Kampus I Jalan Sutomo Medan oleh Rektor Prof Dr Hj Nurhayati, M.Ag didampingi para Wakil Rektor, Dekan se kawasan UIN SU, Ketua Senat dan anggota senat lainnya, berlangsung sederhana sekaligus diliputi rasa haru.

Dalam pidatonya Rektor menyebytkan, selama dua tahun kepemimpinan Rektor UINSU Medan, sampai Mei 2025, UIN Sumut sudah tiga kali melaksanakan pengukuhan Guru Besar.

Pertama pada 11-12 Desember 2023, mengukuhkan 20 Guru Besar dalam berbagai bidang keilmuan. Kedua, pada 15 Mei 2024, kembali mengukuhkan 4 Guru Besar dalam bidang ilmu Dakwah, Ushuluddin dan Syari'ah. "Ketiga, saat ini kita mengukuhkan 9 Guru Besar baru UIN Sumut dalam bidang ilmu Ekonomi Islam, Tarbiyah dan Syari'ah serta 1 Guru Besar dalam Ilmu Biologi khususnya tentang Tanah," ujar Prof Nurhayati.

Seharusnya, lanuut Prof Nurhayati, pada 2025, UIN Sumut mendapatkan tambahan 10 Guru Besar. Namun Allah berkehendak lain.

"Dengan qadha dan taqdirnya, Allah SWT memanggil satu Guru Besar kita Prof. Dr. Hafsah, MA beberapa waktu yang lalu. Oleh karena itu, saya ingin mengajak kita semua untuk membacakan Al-Fatihah buat almarhumah, semoga Allah melipatgandakan amal salehnya terutama sebagai seorang akademisi dan mengampuni salah dan khilafnya," kata Rektor.

Dikatakan Rektor, berangkat dari data di atas, tiga kali pengukuhan yang telah dilaksanakan sesungguhnya menunjukkan ada konsistensi UIN Sumut Medan untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas Guru Besarnya.

"Jika kita merujuk ke belakang, sampai tahun 2022, jumlah GB kita hanya 26 orang. Namun dalam dua tahun terakhir, kita berhasil menambah 34 Guru Besar. Sebuah pencapaian terbesar sepanjang sejarah UIN Sumut Medan," kata rektor.

Saat ini, lanjutnya, Guru Besar aktif tercatat 58 orang. Menurut data Kepegawaian dan SDM, sampai priode Mei ini, terdapat 10 calon Guru Besar yang sedang berproses baik di Kementerian Ristek-Dikti ataupun di Kementerian Agama. Jika proses pengusulan kenaikan Jabatan Fungsional yang akan berakhir Oktober, tanpa ada halangan dan rintangan, paling tidak UIakan mendapatkan tambahan 12-15 Guru Besar lagi.

Namun pada saat yang sama, UIN Sumut juga tidak bisa menolak, beberapa Guru Besar pada tahun ini dan tahun depan juga akan memasuki masa purna-bakti. Ini adalah bagian dari sunnatullah yang tidak bisa ditolak sama sekali.

Pertambahan Guru Besar bukanlah semata-mata pertambahan kuantitas. Namun lebih dari itu, kehadiran Guru Besar baru adalah isyarat yang paling nyata dan kuat, bahwa sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), UINSU Medan terus menerus dan tanpa henti melahirkan dan memproduksi karya-karya ilmiah bermutu yang berguna bagi bangsa dan dan agama.

Sebagai PTKIN, UIN Sumut Medan senatiasa dituntut untuk melahirkan produk-roduknya sebut saja misalnya: Alumni-alumni yang handal, berintegritas dan memiliki daya saing. Artikel dan buku-buku ilmiah yang dibutuhkan dan dibaca dunia. SDM yang professional, dosen dan Guru Besar yang berkualitas dan menjalankan Tri Dharma PT, dan Tekhnologi sederhana yang dibutuhkan oleh Masyarakat.

Jika sebuah Perguruan Tinggi, secara berkesinambungan mampu melahirkan produk-produk di atas, maka Perguruan Tinggi itu tetap hidup dan dibutuhkan oleh masyarakatnya. Perguruan Tinggi tetap diharap untuk bisa menjawab berbagai persoalan-persoalan yang muncul di tengah-tengah masyarakat.

Namun, jika Perguruan Tinggi berhenti berproduksi, kendatipun memiliki gedung yang mewah dengan fasilitas yang lengkap, maka Perguruan Tinggi itu sesungguhnya telah mati atau paling tidak wujuduhu ka 'adamihi.

Dibagian lain Rektor menyebutkan, saat ini Kementerian Agama RI telah merumuskan apa yang disebut dengan 8 Program Prioritas atau Asta Cita Kementerian Agama RI. Sebagai PTKIN di bawah Kementerian Agama, maka UIN Sumut harus mendukung sepenuhnya program tersebut dan juga sekaligus memberikan kontribusi konseptualnya.

Merujuk 8 Asta Cita Kementerian Agama di atas, maka menjadi tanggungjawab para Guru Besar UIN Sumut untuk menterjemahkan kebijakan tersebut bukan saja dalam bentuk konseptual, tetapi juga dalam bentuk praktik-implementatifnya.

Guru Besar yang baru dikukuhkan yaitu :
1. Prof. Dr. Ir. M Idris, M.P. (Fakultas Sains dan Teknologi)
2. ⁠Prof. Dr. Chuzaimah Batubara, M.A. (FEBI)
3. ⁠Prof. Dr. Muhammad Habibi Siregar, M.Ag. (FEBI)
4. ⁠Prof. Dr. Nispul Khoiri, M.Ag. (FSH)
5. ⁠Prof. Dr. Salim, M.Pd. (FITK)
6. ⁠Prof. Dr. Ali Imran Sinaga, M.Ag. (FITK)
7. ⁠Prof. Dr. Muhammad Faisal Hamdani, M.Ag. (FSH)
8. ⁠Prof. Dr. Saparuddin, S.E.Ak., M.Ag. (FEBI)
9. ⁠Prof. Dr. Sukiati, S.Ag., M.A. (FSH).

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru