Ketua Umum GEMPatI M Yahya Saragih : Deliserdang ‘Surga’ Bagi Petani, tapi Belum Sejahtera

Sugiatmo - Selasa, 04 Juni 2024 17:07 WIB
Ketua Umum GEMPatI M Yahya Saragih : Deliserdang ‘Surga’ Bagi Petani, tapi Belum Sejahtera
analisamedan/kh
T MUHAMMAD YAHYA SARAGIH

analisamedan.com -Ketua Umum (Ketum) Gerakan Ekonomi Masyarakat Petani Indonesia (GEMPatI) Muhammad Yahya Saragih mengatakan, Kabupaten Deliserdang merupakan 'surga' bagi petani dengan potensi dan kesuburan daerahnya. Idealnya, petani di Deliserdang sudah sejahtera bila fokus pemberdayaannya benar-benar diperhatikan secara serius.

"Wah, Deliserdang ini secara jujur surga bagi petani" ungkap Ketua Umum (Ketum) Gerakan Ekonomi Masyarakat Petani Indonesia (GEMPatI) Muhammad Yahya Saragih kepada analisamedan.com, Senin (4/6).

Potensi alam Deliserdang sebagai areal pertanian, idealnya telah menciptakan petani-petaninya sejahtera. Deliserdang itu ibarat ungkapan 'batang ubi dilempar saja pun akan tumbuh'. Ironisnya potensi ini belum dikelola secara benar dan serius khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang sebagai pemangku kepentingan.

Deliserdang selalu digaung-gaungkan sebagai penghasil surplus beras dan penyokong kesediaan beras di Sumut. Namun faktanya, petani di daerah ini belum sejahtera. Petani masih di hadapkan dengan kesulitan mendapatkan pupuk ketika memerlukan.

Banyak areal persawahan tadah hujan yang belum menikmati kebutuhan air karena belum tersentuh irigasi. Padahal air menjadi kebutuhan utama untuk bertanam padi. Banyak petani yang harus membuat sumur bor dan menggunakan bahan bakar minyak sehingga biayanya lebih tinggi.

Apa lagi kini banyak petani menggunakan modifikasi menggunakan mesin pompa dengan tabung gas yang sering kali ketika melakukan pengisian air di areal persawahan berdampak negatif terhadap kelangkaan gas untuk kebutuhan rumah tangga.

"Kalau pengisian airnya serentak, sering kali ibu-ibu rumah tangga mengalami keresahan karena tabung gas langka di pasaran. Karena apa ? Banyak petani memakai tabung gas sehingga untuk memasak terganggu karena gas jadi langka," papar Yahya.


Jaminan Harga

Kendala mendasar petani di Deliserdang belum bisa sejahtera secara mayoritas, salah satunya disebabkan tidak adanya jaminan harga jual mereka ketika panen. Banyak petani tidak berdaya 'dipermainkan' tengkulak yang sejak awal sudah mengekang mereka sejak masa menanam.

Petani terkendala dengan modal awal untuk bertanam, Mereka sudah lebih dulu terikat dengan para tengkulak dan tidak bisa lepas. Ironisnya, petani yang tidak terikat juga tak berdaya tatkala harga jual gabah mereka 'dikuasai' komplotan tengkulak.

"Seharusnya pemerintah memberikan jaminan harga untuk petani dan mengawasinya di lapangan. Kalau seandainya ada jaminan dan pengawasan ketat dari pemerintah yang punya perangkat kewenangan hukum, harga untuk petani pasti menggembirakan," tegasnya.

Yahya kembali menegaskan, petani akan bangkit dan sejahtera bila pemerintah memberikan jaminan terhadap harga komoditi pertanian mereka diiringi pengawasan secara intensif dengan tidak memberikan ruang maupun gerak bagi para tengkulak untuk mempermainkan juga mengambil keuntungan dari keringat mereka. (air)


Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru