Saitama, Pesona Ramah Wisatawan Muslim
analisamedan.com - NAMANYA belum populer sebagai destinasi wisata menarik bagi wisatawan mancanegara. Orang mungkin hanya mengenal Tokyo yang menjadi pusat magnet negara 'sakura' Jepang. Padahal, Saitama merupakan salah satu prefektur (wilayah administrasi setara provinsi) di Jepang yang letaknya berdampingan langsung dengan kota metropolitan Tokyo.
Berlokasi di utara kota Tokyo, prefektur Saitama memiliki luas 3,798 km² dengan populasi 7,329,133 jiwa per Desember 2014, mengutip dari situs resmi Prefektur Saitama (https://www.pref.saitama.lg.jp/).
Saitama berbatasan dengan Prefektur Tochigi dan Prefektur Gunma di sebelah utara, Prefektur Nagano di sebelah barat, Prefektur Yamanashi di sebelah barat daya, Tokyo di sebelah selatan, Prefektur Chiba di sebelah tenggara, dan Prefektur Ibaraki di sebelah timur laut.
Prefektur Ramah Muslim
Muslimah pertama Duta Promosi Prefektur Saitama, Nazaya Zulaikha asal Indonesia memaparkan, bahwa prefektur Saitama sangat layak menjadi destinasi wisata bagi wisatawan mancanegara khususnya muslim untuk dikunjungi.
Nazaya yang akrab disapa 'Aya' mengungkapkan, Saitama merupakan prefektur yang direkomendasikannya layak menjadi destinasi wisata bagi wisatawan mancanegara khususnya muslim.
Meski Saitama belum menjadi destinasi wisata utama dan masih menjadi prefektur transit atau pemberhentian sementara bagi wisatawan, namun pesonanya ramah untuk wisatawan muslim yang berkunjung.
Jepang memiliki wilayah yang banyak kawasan pegunungan. Namun prefektur Saitama memiliki wilayah mendatar yang merupakan perpaduan kawasan perkotaan dan pedesaan. Lajur akses jalannya tidak banyak tanjakan seperti wilayah prefektur lainnya.
Museum sungai "Saitama Museum of Rivers" di kota Torii, Perfektur Saitama, yang dikelola langsung pihak Pemerintahan Prefektur Saitama.
"Jepang merupakan daerah yang banyak pegunungan. Bahkan banyak jalan setapak yang jalannya menanjak. Namun Saitama memiliki wilayah yang rata sehingga lajur perjalanan lebih banyak mendatar Ketika berjalan kaki atau bersepeda tidak melelahkan," urai Aya yang sudah 10 tahun menetap di Saitama.
Hal menarik dari pesona Saitama adalah kawasan yang ramah terhadap muslim. Tidak ada sentimen agama di prefektur ini. Masyarakatnya hanya mengenal wisatawan lokal dan mancanegara sehingga tidak ada perlakuan diskriminasi agama terhadap wisatawan yang berkunjung.
"Tidak ada sentimen agama di Saitama. Yang penting tidak mengganggu atau membuat kerusuhan. Warga local welcome" jelasnya.
Saitama kini sedang berupaya menawarkan konsep wisata ramah muslim dengan menyediakan fasilitas pendukung, terutama dalam hal penyediaan makanan halal. Meski belum didukung regulasi jaminan halal, namun secara sajian kuliner yang dapat dinikmati berasal dari bahan-bahan makanan halal.
Bahkan sajian kuliner yang disajikan turut dijelaskan bahan-bahan dasarnya serta proses pengolahannya sehingga wisatawan muslim yang ingin bersantap bisa mencari pilihan-pilihan kuliner sesuai selera, namun ada jaminan dari sisi kehalalannya.
Masjid atau Mushalla di Saitama tidak sebanyak di kota Tokyo dan cukup sulit ditempuh dengan kendaraan publik seperti kereta api. Sehingga wisatawan Muslim masih perlu "kreatif" dalam menemukan tempat shalat dengan mencari lokasi yang sunyi, tidak mengganggu orang sekitar (pejalan kaki dan sebagainya), tertutup apabila memungkinkan.

Time bell tower ( Toki no kane) di Kawagoe
Alam Memesona
Pesona lain dari Saitama yang sangat menarik yakni, keberadaan sungai nan hijau yang kaya terutama sungai Arakawa yang mengalir mulai dari pengunungan di Saitama hingga teluk Tokyo. Sungai ini yang juga menjadi area wisata untuk berperahu dan arung jeram di daerah Nagatoro.
Keindahan sungai Arakawa sangat unik, Sungai ini mengalir melalui lembah Nagatoro di Chichibu, Saitama dan terkenal dengan pemandangan bebatuan, pegunungan, dan aliran derasnya. Di sini wisatawan juga bisa menikmati pemandangannya dengan naik kapal pesiar sungai atau berjalan-jalan di sepanjang tepiannya.
Dan di sepanjang sungai Arakawa, terdapat beberapa taman, area berkemah, dan ruang terbuka hijau yang menawarkan suasana ideal untuk piknik dan bersantai.
Selain sungai Arakawa, sungai Shingashi di kota Kawagoe, Saitama, dikenal dengan keindahan tenang dan signifikansi sejarahnya. Sungai ini membelah kota dan menjadi daya tarik tersendiri. Pesonanya semakin terasa tatkala bunga-bunga sakura membalut pemandangan indah yang tumbuh di sepanjang di tepian sungai Shingasi.
Sejumlah pilihan kegiatan dan pemandangan alam yang ditawarkan sungai-sungai di Saitama menjadi daya tarik untuk dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Jepang.
Aya yang didaulat menjadi Duta Promosi Prefektur Saitama sejak Juni 2025 atau sudah berjalan sekira 2 bulan terus berupaya mempromosikan pesona yang dimiliki Saitama khususnya kepada wisatawan muslim mancanegara agar berkunjung ke Saitama melalui media sosial Instagram pribadinya @nazayazulaikha .
"Sejak menjadi duta promosi Saitama, saya lebih banyak mengetahui tentang Saitama," ungkapnya.
Taman mawar di kota Ina, Saitama (mekar sekitar bulan Mei)
Saitama aktif menggaungkan kedamaian dengan adanya museum khusus perdamaian. Saitama juga aktif menjaga kelestarian alam dengan adanya museum sungai. Saitama juga punya kota tua dengan nuansa Jepang zaman dahulu.
"Bahkan Saitama punya brand buah pir yang dapat penghargaan emas. Saitama benar-benar kaya, unik, dan menarik", tambah Aya.
Selain itu, Aya juga berupaya memberikan masukan kepada pihak berwenang di prefektur Saitama dalam melengkapi fasilitas dan jaminan terhadap wisatawan muslim yang berkunjung bahwa mereka mendapat jaminan keamanan dan kenyamanan selama berkunjung ke Saitama.
Ayo berwisata ke Saitama !
Rumah Zakat Resmikan Masjid di Desa Tolang Julu - Tapsel
Pelindo Regional 1 Serahkan Hewan Kurban kepada Masjid Sekitar Pelabuhan
IRMALA Durian Gotong Royong Bersihkan Masjid
Masjid Abdurrahman Al-Fadhel Kembali Gulirkan Program ‘Jumat Berkah’
Masjid Abdurrahman Al-Fadhel Durian Terima 2 Unit AC