Begal Marak di Medan, Warga Resah dan Desak Negara Bertindak
Gustan Pasaribu - Minggu, 19 April 2026 17:55 WIB
analisamedan/dok
Founder Ethics of Care sekaligus mantan Anggota Komisi Yudisial 2015–2020
"Situasi ini juga memunculkan kekhawatiran akan potensi aksi main hakim sendiri. Rasa frustrasi akibat kondisi yang terus berulang dikhawatirkan dapat mendorong masyarakat mengambil tindakan di luar hukum ketika pelaku tertangkap."katanya
Farid Wajdi menekankan pentingnya langkah konkret dan terukur untuk mengatasi persoalan ini. Ia menyarankan peningkatan patroli di titik dan jam rawan, pembongkaran jaringan penadah kendaraan curian, serta optimalisasi penggunaan kamera pengawas yang terintegrasi dengan pusat komando. Selain itu, penguatan pos keamanan dan pendekatan sosial terhadap kelompok rentan seperti remaja dan geng jalanan juga dinilai penting.
"Sebagai kota besar dan pusat ekonomi di Sumatera Utara, Medan dinilai tidak boleh terus berada dalam bayang-bayang kejahatan jalanan. Kehadiran negara yang cepat, tegas, dan nyata menjadi kunci untuk mengembalikan rasa aman masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap hukum."tegasnya
Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Perkuat Legalitas Aset Negara, KAI Divre I Sumut Berhasil Sertifikasi 1 Juta Meter Persegi Lahan di Tahun 2025
Korban Keracunan MBG Makin Masif, Farid Wajdi: Hukum Tak Boleh Diam
Hukum Bisnis Islam: Kompas Etis di Era Digital
Menelusuri Wajah Baru Dunia Hukum dalam Buku “Profesi Hukum di Era Industri 4.0 dan Society 5.0”
PERNYATAAN SIKAP AKHIR TAHUN FORUM MASYARAKAT SIPIL SUMATERA UTARA (FORMASSU)
UMSU Siap Gelar Dialog Kebangsaan Hadirkan Wamen Haji, DPD RI serta Gubernur Sumut
Komentar