Kisruh Tapera, Ketua DPRD Sumut : Pemerintah Jangan Menambah Beban Rakyat
analisamedan.com -- Kisruh munculnya kebijakan pemungutan dana Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) bagi pekerja formal dan informal menambah deretan panjang beban rakyat. Kebijakan mewajibkan membayar iruan Tapera bagi para pekerja harusnya melihat realitas di Masyarakat.
"Kita tahu Tapera ini dibuat
agar semua rakyat memiliki rumah. Tetapi, kita harus melihat kemampuan dari
sektor pekerja. Jangan tambah beban bagi buruh, petani, pekerja informal dan
para marhaen!," kata Ketua DPRD Sumut Sutarto, Senin (3/6/2024).
Menurut Sutarto, saat ini kondisi perekonomian Masyarakat masih
susah bahkan pekerja seperti buruh
swasta yang tergolong kontrak memiliki kecenderungan untuk
diPHK sangat tinggi. Belum lagi pekerja informal, pekerja mandiri seperti ojek
online. di tengah penghasilan tidak
menentu mereka harus membiayai kehidupan sehari-hari, bersaing mendapatkan
orderan dan risiko tinggi.
" Jadi pemerintah tidak boleh melakukan 'pukul rata', antara pekerja formal yang berstatus ASN, TNI dan Polri dengan masyarakat biasa. " ujarnya
PTP Nonpetikemas Dorong CSV Lewat EduPort dan Sertifikasi Pekerja di Sertifikasi Pekerja
Aksi Buruh di Medan Sampaikan Delapan Tuntutan
DPRD Medan : May Day Jadi Momentum Refleksi Tingkatkan Kualitas Hidup Pekerja
Wakil Ketua DPRD Sumut minta Perusahaan Agar Penuhi THR Bagi Pekerja
Siap-siap! Buruh Sumut Demo Gubsu dan Bulog Tolak Tapera dan Kebaikan HET Beras