Kisruh Tapera, Ketua DPRD Sumut : Pemerintah Jangan Menambah Beban Rakyat
Bagi ASN, TNI/Polri katanya,
keberlanjutan dana Tapera mungkin bisa berjangka panjang karena tidak ada PHK.
Tetapi untuk buruh swasta dan masyarakat umum, terutama buruh kontrak dan
outsourcing, potensi terjadinya PHK sangat tinggi dengan pendapatan cenderung
konstan.
"Sesuai rilis BPS 2024, jumlah
penduduk bekerja di Provinsi Sumatera Utara mencapai 7,59 juta orang pada
Februari 2024. Dari jumlah tersebut, lsebanyak 38,27 persen merupakan buruh
atau karyawan, Sebanyak 42,42 persen
adalah pekerja informal. Dari jumlah yang sama sebesar 29 persen, menjadikan
pertanian jadi sektor utama mata pencahariannya," ucapnya.
Ia menegaskan, akan lebih
bijaksana apabila pemerintah mengkaji lagi Kredit Perumahan Rakyat (KPR) subsidi bagi masyarakat berpenghasilan
rendah. Untuk rumah, penyalurannya, biaya administrasinya, aksesnya dipermudah
untuk masyarakat kecil. Ada restrukturisasi kredit bagi wong cilik. Kenyataan
di lapangan rumah KPR subsidi banyak dilelang karena gagal bayar
" Persoalan tapera mendapat penolakan dari berbagai elemen pegawai/ pekerja karena secara ekonomi justru bisa menjadi beban baru bagi pekerja, sudah terlalu banyak potongan gaji dari para pegawai /pekerja, sebaiknya Pemerintah meninjau ulang pemberlakuan Tapera," tambahnya.
Putusan Mahkamah Agung, Buat Pekerja Yang Di PHK, PT Leong Hup Jayaindo Dihukum Bayar Kompensasi Sebesar Tiga Ratus Juta Lebih
PTP Nonpetikemas Dorong CSV Lewat EduPort dan Sertifikasi Pekerja di Sertifikasi Pekerja
Aksi Buruh di Medan Sampaikan Delapan Tuntutan
DPRD Medan : May Day Jadi Momentum Refleksi Tingkatkan Kualitas Hidup Pekerja
Wakil Ketua DPRD Sumut minta Perusahaan Agar Penuhi THR Bagi Pekerja