Medan Dilanda Krisis Ketertiban, Parkir Liar dan “Rayap Besi” Cerminkan Negara yang Abai
"Titik-titik parkir strategis dikendalikan kelompok tak resmi yang mengatasnamakan ormas atau komunitas. Aparat kerap enggan bertindak, entah karena takut, terbiasa, atau bahkan terlibat," tegasnya.
Selain persoalan hukum, Farid juga menyoroti aspek sosial di balik maraknya parkir liar dan pencurian besi. Banyak pelaku berasal dari kelompok miskin perkotaan yang bekerja di luar sistem formal karena keterbatasan ekonomi. Namun, ia menegaskan bahwa alasan ekonomi tidak dapat dijadikan pembenaran atas pelanggaran hukum.
"Pemerintah gagal menyentuh akar masalah seperti kemiskinan, pengangguran, dan absennya ruang sosial produktif. Di sisi lain, masyarakat makin permisif, memilih membayar parkir ilegal daripada berdebat. Ketika penyimpangan dianggap lumrah, kepekaan moral terhadap hukum pun hilang," ungkapnya.
Dampak ekonomi dari ketidaktertiban ini juga signifikan. Kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir disebut masih tinggi akibat transaksi tunai yang tidak tercatat. Kerugian dari pencurian besi fasilitas umum bahkan mencapai ratusan juta rupiah setiap tahun, memaksa pemerintah mengalokasikan ulang dana publik untuk perbaikan.
Polisi Sergap Dugaan Pengedar Ganja di Yos Sudarso, 11 Paket Disita
Dua Sejoli dan Seorang Pemuda Diciduk, 295 Pod Getar Diamankan Polisi
Komisi IV DPRD Medan akan Tindaklanjuti Wacana Ongkos Gratis bagi Pelajar
Tersangka Penganiayaan Leonardo Tarigan Ditangkap Polisi di Pancur Batu
IRT Diduga Edarkan Sabu, Polisi Kejar Pemasok di Lembah Sunggal