Medan Dilanda Krisis Ketertiban, Parkir Liar dan “Rayap Besi” Cerminkan Negara yang Abai
"Titik-titik parkir strategis dikendalikan kelompok tak resmi yang mengatasnamakan ormas atau komunitas. Aparat kerap enggan bertindak, entah karena takut, terbiasa, atau bahkan terlibat," tegasnya.
Selain persoalan hukum, Farid juga menyoroti aspek sosial di balik maraknya parkir liar dan pencurian besi. Banyak pelaku berasal dari kelompok miskin perkotaan yang bekerja di luar sistem formal karena keterbatasan ekonomi. Namun, ia menegaskan bahwa alasan ekonomi tidak dapat dijadikan pembenaran atas pelanggaran hukum.
"Pemerintah gagal menyentuh akar masalah seperti kemiskinan, pengangguran, dan absennya ruang sosial produktif. Di sisi lain, masyarakat makin permisif, memilih membayar parkir ilegal daripada berdebat. Ketika penyimpangan dianggap lumrah, kepekaan moral terhadap hukum pun hilang," ungkapnya.
Dampak ekonomi dari ketidaktertiban ini juga signifikan. Kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir disebut masih tinggi akibat transaksi tunai yang tidak tercatat. Kerugian dari pencurian besi fasilitas umum bahkan mencapai ratusan juta rupiah setiap tahun, memaksa pemerintah mengalokasikan ulang dana publik untuk perbaikan.
Diduga Edarkan Sabu, Anggota Geng Motor GPS Diciduk Polisi
Polrestabes Medan Sikat Sarang Narkoba di Bantaran Rel Tembung
Aklamasi, Hasrul Benny Harahap Jadi Plt Ketum IKAl SMAN 6 Medan
Sindikat Narkoba Internasional Dibongkar, Barang Bukti Dimusnahkan
300 Hari Kepemimpinan Jean Calvijn, Polrestabes Medan Klaim Kejahatan Jalanan Turun 15 Persen