Medan Dilanda Krisis Ketertiban, Parkir Liar dan “Rayap Besi” Cerminkan Negara yang Abai
"Tak ada investor yang mau menanam modal di kota yang dikuasai pungli dan parkir liar. Ketertiban publik adalah syarat dasar bagi pertumbuhan ekonomi," ujarnya menegaskan.
Farid menyerukan agar Wali Kota dan DPRD Medan berhenti saling menyalahkan dan segera bertindak sebagai pelindung kepentingan publik. Penataan parkir, menurutnya, harus disinergikan dengan pemberdayaan ekonomi warga, sementara pengawasan terhadap pencurian besi mesti diperkuat dengan sistem digital dan partisipasi masyarakat.
"Kota yang aman tidak lahir dari banyaknya polisi, tetapi dari warga yang menolak tunduk pada kekacauan. Menolak pungli, melapor pencurian, dan mendukung sistem parkir digital itulah tanda kota yang beradab," pungkas Farid.
Krisis ketertiban di Medan kini menjadi ujian bagi keberanian moral pemerintah dan masyarakat untuk menegakkan hukum dan memulihkan kepercayaan publik. Karena sejatinya, seperti ditegaskan Farid, ketertiban bukan dibangun oleh beton dan CCTV, tetapi oleh keberanian untuk tidak diam terhadap pelanggaran.
Diduga Edarkan Sabu, Anggota Geng Motor GPS Diciduk Polisi
Polrestabes Medan Sikat Sarang Narkoba di Bantaran Rel Tembung
Aklamasi, Hasrul Benny Harahap Jadi Plt Ketum IKAl SMAN 6 Medan
Sindikat Narkoba Internasional Dibongkar, Barang Bukti Dimusnahkan
300 Hari Kepemimpinan Jean Calvijn, Polrestabes Medan Klaim Kejahatan Jalanan Turun 15 Persen