Anak Korban Kejahatan Seksual Mengadu ke LPA, Penjabat Bupati Deliserdang Diminta Aksi Nyata

El-Khair - Senin, 19 Agustus 2024 21:50 WIB
Anak Korban Kejahatan Seksual Mengadu ke LPA, Penjabat Bupati Deliserdang Diminta Aksi Nyata
analisamedan.com/el-khair
MEMPRIHATINKAN : Kasus kekerasan dan kejahatan seksual terhadap anak semakin memrihatinkan, Deliserdang menjadi kabupaten/kota dengan kasus tertinggi di Sumut.

analisamedan.com - Di tengah-tengah kegembiraan rakyat Indonesia dalam memperingati dan merayakan kemerdekaan ke- 79 Republik Indonesia (RI), jeritan pilu anak Indonesia yang menjadi korban kejahatan seksual kembali terjadi di Kabupaten Deliserdang.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deliserdang Junaidi Malik didampingi Wakil Ketua OK Henry Karnain, Senin (19/8) mengaku prihatin dengan fenomena kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Deliserdang.

"Kita prihatin. Hari ini saja LPA sedang mengadvokasi 2 kasus kejahatan seksual," terangnya.

Dua kasus yang sedang ditangani LPA Deliserdang hari ini adalah korban kejahatan seksual. Bahkan salah satu korbannya kini sudah dalam kondisi hamil sekira 5 bulan dan pelakunya tidak mau bertanggung jawab setelah memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya.

Kasus lainnya, anak menjadi korban kejahatan seksual yang pelakunya masih usia anak. Saat ini kasusnya sudah dilaporkan ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Deliserdang dan dalam pendampingan LPA Deliserdang.

"Dua kasus ini menjadi bukti bahwa anak di Deliserdang belum terllindungi. Predator anak semakin leluasa mengincar anak menjadi korbannya," papar Junaidi.

Deliserdang Tertinggi

Junaidi memaparkan, berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simponi PPA) yang diinisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak KemenPPPA) Republik Indonesia, sejak 1 Januari 2024 sampai hari ini, Deliserdang menjadi kabupaten/kota dengan kasus anak tertinggi di Sumut.

Ironisnya, kasus kejahatan seksual mendominasi yang menunjukkan predator anak semakin merajalela. Dan pelakunya justru orang-orang terdekat yang menjadi indikator betapa lemahnya ketahanan keluarga.

"Kondisi ketahanan keluarga kita sangat lemah. Semestinya anak-anak aman di tempat teraman. Tapi justru faktor terjadinya kekerasan terhadap anak justru dari lingkungan terdekat," papar Junaidi.

Aksi Nyata

Perlindungan terhadap anak agar tidak menjadi korban kekerasan terlebih predator, gerakan perlindungan anak harus menjadi komitmen dan isu bersama. Gerakan perlindungan anak harus masif agar mereka merasakan aman dan nyaman dengan menutup ruang gerak agar pelakunya terlebih predator anak tidak merajalela.

Karena itu, secara khusus Junaidi Malik mendesak Penjabat (Pj) Bupati Deliserdang Wiriya Alrahman secara serius melakukan aksi nyata untuk memutus mata rantai kejahatan terhadap anak sekaligus anak berpotensi menjadi pelaku.

"LPA secara serius meminta Pj Bupati Deliserdang untuk memprioritaskan masalah anak dengan aksi nyata memutus mata rantai kejahatan terhadap anak. Deliserdang ke depan akan dipimpin anak-anak saat ini yang harus dilindungi," tegasnya.

Sebagai generasi masa depan yang akan memimpin dan membangun Deliserdang ke arah lebih maju, akan sangat mustahil bila anak-anak tidak dilindungi dari ancaman yang dapat merusak masa depan bahkan mengancam jiwa mereka.

Pj Bupati Deliserdang Wiriya Alrahman sebagai ayah anak-anak Deliserdang menyandang kewajiban untuk melindungi mereka dari segala bentuk ancaman yang berpotensi merusak masa depan serta keselamatan fisik maupun jiwa.

"Sekali lagi kami mohon Bapak Pj Bupati Deliserdang serius dan menjadikan perlindungan anak prioritas di daerah ini. Bila perlu evaluasi pimpinan OPD yang berwenang dan punya tanggung jawah terhadap gerakan perlindungan anak," tandasnya.

Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru