Belajar Dari Guru Dan Pengajar Langkawi

BP TCUGG Optimis Perolah Green Card
Frans Zul Sianturi - Sabtu, 18 Maret 2023 16:20 WIB
Belajar Dari Guru Dan Pengajar Langkawi
istimewa
Ketua Harian Badan Pengelola (BP) Toba Caldera Unesco Global Geopark (TCUGG), Mangindar Simbolon
analisamedan.com -Ketua Harian Badan Pengelola (BP) Toba Caldera Unesco Global Geopark (TCUGG), Mangindar Simbolon menyampaikan masukan yang disampaikan Vice President Global Geopark Network Unesco, Prof. Ibrahim Komoo asal Malaysia ke tim BP TCUGG sangat berharga.

"Kedatangan Prof. Ibrahim Komoo beserta istrinya beberapa hari di kawasan Kaldera Toba sangat membantu dalam menyiapkan para pengelola geosite dan pengurus untuk menghadapi revalidasi pada Juli mendatang," kata Mangindar, Sabtu (18/3/2023).

Mangindar mengaku sangat mengenal Prof. Ibrahim Komoo dan ilmunya sangat membantu perjalanan sebuah pengelolaan Geopark. Salah satunya, Geopark Langkawi di Malaysia merupakan buah hasil kinerja Prof. Ibrahim Komoo hingga menjadikan Langkawi menjadi destinasi wisata internasional.

Selain itu, sejak tahun 2011, diakui Mangindar, Prof Ibrahim Komoo sudah mendorong kawasan Kaldera Toba masuk menjadi Unesco Global Geopark. Komoo melihat potensi Danau Toba sangat bagus dan sangat memungkinkan menjadi bagian Unesco Global Geopark.

"Sekali lagi kita semua masyarakat Sumatra Utara secara khusus pengelola Geosite fokus dan optimis pelaksanaan revalidasi Geopark Kaldera Toba bisa sukses dan bisa mendapat green card," tegas mantan Bupati Samosir ini.

Sebelumnya, untuk semakin memantapkan pelaksanaan revalidasi Geopark Kaldera Toba, tim Unesco yang terdiri dari Prof. Ibrahim Komoo yang menjabat Vice President Global Geopark Network Unesco bersama Prof. Norzaini Azman dan Ir. Hanang Samodra MSc bertemu dengan Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi yang diwakili Asisten II, Agus Tripriyono di ruang kerjanya Kantor Gubsu kemarin.

Kedatangan tim Unesco ini juga didampingi oleh Ketua Umum BP TCUGG yang juga Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Utara, Zumry Sulthoni dan tim dari Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara, Maike Ritonga serta didampingi Ketua Harian BP TCUGG, Mangindar Simbolon, Koordinator Pendidikan,Penelitian dan Pengembangan, Wilmar Simanjorang dan Pengembangan BP Geopark Kaldera Toba dan Geosaintis Ir.Jonathan Tarigan.

Kepada AnalisaMedan.com, Zumry Sulthoni menyampaikan, kedatangan tim Unesco dalam rangka pembekalan kepada semua pengelola Geopark Kaldera Toba dalam menyongsong penilaian ulang (revalidasi) terhadap status Geopark Kaldera Toba oleh penilai dari Unesco pada Juli 2023 mendatang.

"Tim yang datang merupakan Geopark Global Unesco secara internasional atau global dalam menjaga kelestarian bumi yg dilakukan oleh 177 anggotanya yang tersebar di 46 negara di dunia termasuk Geopark Kaldera Toba Unesco," kata Zumry.

Berbagai upaya dilakukan dijelaskan Zumry dalam pelestarian bumi melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat setempat tentang kebumian, kebudayaan dan keragaman hayati yang terdapat di lingkup kawasan geopark, melalui kegiatan konservasi serta melalui kegiatan pembangkitan, pemberdayaan dan pengembangan ekonomi masayarakat setempat secara berkelanjutan melalui pariwisata berbasis kebumian atau geowisata atau geotourism.

Tidak itu saja, Geopark Kaldera Toba ditetapkan sebagai anggota Geopark Global Unesco pada 10 Juli 2020 setelah berupaya selama 8 tahun sejak Tahun 2012. Dalam penetapan sebagai anggota Unesco Global Geopark (UGGp) pada 10 Juli 2023 mendatang Unesco memberikan enam rekomendasi penugasan untuk dilaksanakan dan akan dinilai ulang statusnya, apakah diperpanjang empat tahun lagi sampai tahun 2028 dengan mendapat green card atau dihentikan statusnya sebagai anggota Geopark Global Unesco dan mendapat kartu merah pada sidang Global Geopark Unesco di Maroko September 2023.

Editor
: Frans Zul Sianturi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru