Bupati Tapteng Ancam Ambil Alih Sumber Air ke Sibolga, Pemuda Ingatkan Jangan Picu Konflik
Warga lainnya, Rian Halawa, mahasiswa asal Tapteng yang bekerja di Medan, menambahkan bahwa distribusi air ke Sibolga bukanlah tanpa kontribusi. Menurutnya, Pemko Sibolga memberikan kontribusi ke PDAM Mual Nauli Tapteng yang nilainya disebut mencapai lebih dari Rp100 juta per tahun sejak 2024. Pada tahun-tahun sebelumnya, kontribusi tersebut langsung masuk ke kas daerah Pemkab Tapteng.
"Kontribusi itu kemungkinan akan terus meningkat setiap tahun," ujar Rian.
Ia juga menyinggung bahwa pendapatan asli daerah (PAD) dari PDAM Mual Nauli Tapteng sendiri disebut-sebut hanya sekitar Rp300 juta per tahun, yang di dalamnya sudah termasuk kontribusi dari Pemko Sibolga.
Rian menilai, jika penghentian distribusi air dilakukan dengan alasan peningkatan PAD, langkah tersebut justru berpotensi merugikan Tapteng. Sebab, kontribusi dari Sibolga akan hilang, sementara Pemkab Tapteng harus menanggung biaya besar jika ingin membangun instalasi dan jaringan pipa baru.
"Kita ingin melihat apakah Bupati sanggup membangun instalasi dan jaringan pipa sendiri, yang biayanya pasti sangat besar," katanya.
Bupati Batubara dan Kakanwil Kemenhaj Berangkatkan Jemaah Kloter 4
Ketum IMM Apresiasi Kerja Keras Bupati Tapsel Dalam Penanganan Bencana. Percepatan Huntap Jadi Bukti Nyata
YAPNI Lubuk Pakam Salurkan Donasi Untuk Aceh Tamiang
Komisi II DPRD Medan Soroti Ramadhan Fair 2026
Medan Combat Championship Hadir di Plaza Medan Fair