Pesantren Abu Al-Fatih Gelar Istigosah dan Ceramah Wawasan Kebangsaan

El-Khair - Minggu, 18 Agustus 2024 21:32 WIB
Pesantren Abu Al-Fatih Gelar Istigosah dan Ceramah Wawasan Kebangsaan
analisamedan.com/el-khair
ISTIGOAH : Pondok Pesantren Abu Al-Fatih menggelar istigosah dan ceramah wawasan kebangsaan dalam memeriahkan HUT ke-79 Kemerdekaan RI.

analisamedan.com - Dalam rangka menyambut dan mensyukuri Hari Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia (RI), Pondok Pesantren Abu Al-Fatih terletak di Jalan Sukasari, Desa Galang Suka, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang dan Majelis Taklim Al-Fatih, menggelar istigosah dan ceramah wawasan kebangsaan, Sabtu (17/8).

Istigosah dipimpin Kiai H Ferry Saptadiputra yang juga menjadi narasumber wawasan kebangsaan bersama Komandan Kompi 121/Macan Kumbang Kapten Inf Erwin Nugraha diikuti para santri dan orag tua serta jemaah Majlis Taklim Al-Fatih.

Kiai Ferry menyebutkan, selain dalam rangka mensyukuri nikmat HUT ke-79 Kemerdekaan RI, istigosah dan ceramah wawasan kebangsaan juga dalam upaya meneguhkan kecintaan para santri Pesantren Abu Al-Fatih kepada bangsa dan negeri Indonesia.

"Sebab cinta negara sebagian dari iman," terangnya.

Keberadaan santri, ulama dan pondok pesantren masa perjuangan memiliki peran besar dan sangat penting dalam meraih kemerdekaan. Perjuangan mereka dalam melawan penjajah tidak kecil yang mengorbankan segalanya termasuk darah dan nyawa.

"Para santri, ulama dan pondok pesantren masa perjuangan meraih kemerdekaan itu sangat penting dengan terlibat aktif dalam peperangan sehingga Indonesia meraih kemerdekaan," papar Ferry.

Dulu urainya, para santri dan ulama berjuang dengan bambu runcing sebagai senjata melawan penjajah, maka saat ini perjuangan para santri dengan meruncingkan ilmunya lewat belajar bersungguh-sungguh dan mengisi kemerdekaan dengan berbagai kebaikan.

Terlebih katanya, tantangan santri ke depan harus menjadi salah satu pelaku yang memajukan negeri ini lebih baik dalam rangka menyongsong Generasi Emas 2045.

Sementara pemateri wawasan kebangsaan Komandan Kompi 121/MK Kapten Inf Erwin Nugraha menyampaikan dasar-dasar wawasan kebangsaan dan makna serta implementasi dari "Bineka Tunggal Ika" dalam kehidupan berbangsa.

Erwin mengajak para santi untuk mengimplementasikan maknanya dengan menghilangkan perilaku eksklusivitas dalam kehidupan serta mengakomodir keberagaman seperti, suku, agama dan ras yang menjadi masalah di daerah konflik.

"Alhamdulillah, selama kami bertugas di 121 atau Galang ini, belum ada konflik antaragama, suku, dan ras. Harapan kita, jangan sampai terjadi konflik karena keragaman ini sehingga tenteram dan damai," tandasnya.


Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru