HAGAF Antara Momentum Silaruhami dan Budaya Lokal Masyarakat Labura
Kegembiraan Masyarakat Rayakan Idul Firi
Sugiatmo - Sabtu, 29 April 2023 13:45 WIB
analisamedan/sugiatmo
Kegembiraan masyarakat saat mengikuti lomba menangkap bebek di sungai Gunting Saga. Lomba ini rangkaian dari acara Hagaf 2023
Secara tidak langsung acara yang berlangsung secara turun menunurun ini, tradisi Hagaf ini merupakan suatu momentum bagi masyarakat untuk bersilaturahmi antara masyarakat Gunting Saga dengan masyarakat yang tinggal diberbagai daerah yang kembali pulang ke kampung halamannya. Di samping itu acara tradisi Hagaf juga dapat sebagai hiburan bagi masyarakat Gunting Saga dan masyarakat luar.
Hagaf ini sudah berlangsung selama 64 tahun yang awalnya pembiayaan ditanggung secara swadaya dari masyarakat. Sempat terhenti selama dua tahun karena Covid-19 melanda negeri ini. Sehingga Hagaf ke 64 tahun ini merupakan pengobat rindu bagi masyarakat.
Amatan penulis, Hagaf bukan sekadar Hari Gembira, tapi mampu mengenalkan budaya lokal masyarakat Labura dan mendongkrak perekonomian masyarakat Gunting Saga. Banyak potensi lokal yang bisa digali melalui ajang Hagaf ini, terutama budaya lokal "Seni Bordah".
Editor
: Sugiatmo
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tiket KA Jarak Jauh Angkutan Lebaran di Sumut Terjual 93.080 Tiket
140 Personil Petugas Gabungan Dikerahkan Amankan Mudik Lebaran di Palas
Mudik via Kereta Api, Kadishub Sumut Berangkatkan 466 Pemudik dan 30 Unit Sepeda Motor ke Rantau Parapat
Pj Gubernur Sumut Lepas 66 Bus Mudik Gratis Membawa 2.500 Pemudik
Pelindo Berangkatkan 400 Pemudik Merayakan Idul Fitri 1445 H ke Kampung Halaman
Jelang Hari Raya Idul Fitri, Komisi I DPRD Medan Minta Polisi Maksimalkan Pengawsan
Komentar