Merawat Kerukunan Sebagai Wujud Syukur
analisamedan.com - Sejak diterbitkannya Fatwa keharaman salam lintas Agama beberapa waktu lalu, ada banyak reaksi yang timbul dari para tokoh dan cendikiawan Muslim Indonesia. Tidak kalah pentingnya beberapa tokoh ormas Islam juga angkat bicara, kendatipun tidak mewakili institusinya.
Tentu saja hal ini menunjukkan bahwa Salam lintas Agama yang selama ini telah menjadi tradisi baik di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita, sedikit-banyaknya ikut berkontribusi dalam penguatan kerukukan umat beragama di Indonesia.
Sebagai negara yang majemuk, perbedaan Suku, Agama dan Ras harus dipahami sebagai anugerah Allah yang dilimpahkannya buat Indonesia. Lebih dari itu keragaman agama hakikatnya adalah takdir Allah untuk kita sebagai bangsa.
Tujuannya agar kita saling memahami, saling belajar dan saling berkontribusi untuk kemajuan bangsa. Dalam Bahasa Al-Qur'an upaya-upaya ini disebut dengan lita'arafu (untuk saling mengenal) antara yang satu dengan yang lain.
Selanjutnya modal sejarah yang sangat bernilai tinggi adalah pengalaman kita untuk bisa keluar dari perbedaan-perbedaan pendapat yang tajam sekalipun, terlebih-lebih pada saat bapak dan ibu bangsa kita merumuskan dasar dan konstitusi kita dalam kehidupan bernegara.
Contohnya adalah, dihapusnya tujuh kata yang berisi kewajiban menjalankan Syari'at bagi pemeluk Islam atau muslim, adalah contoh yang sangat baik, betapa keragaman pemikiran yang ada dapat dicari titik temunya untuk kebaika bersama sebagai anak bangsa.
Tentu saja hal itu menunjukkan keragaman yang ada di negara ini dapat dikelola dengan baik sebagai modal untuk membangun bangsa. Sebagai anugerah Tuhan, keragaman agama harus tetap dapat dipertahakan dalam suasana kehidupan yang rukun, damai dan tenteram.
Ini adalah ikhtiar untuk menuju bangsa yang maju, adil, Makmur dan Sejahtera. Namun harus dicatat, kerukunan dan harmoni itu bukanlah hadiah yang turun dari langit tanpa ada kerja keras untuk merawatnya.
UINSU Medan Sukses Tembus Peringkat Dunia
Rektor UIN Sumut : Xinjiang, Kashgar, dan Beijing Miliki Sejarah Panjang Peradaban Islam Asia Tengah
Berkontribusi dalam Dunia Pendidikan Tinggi, Rektor UIN Sumut Terima Penghargaan pada Peringatan 50 Tahun PAPTI Malaysia
Hadiri Seminar Internasional di UIN Sumut, Menteri Agama : Indonesia Miliki Kepala Negara yang Hebat
Puncak Dies Natalis ke-52, UIN Sumut Kukuhkan Dua Guru Besar: Momentum Menuju Universitas Unggul dan Berkelas Dunia