Merawat Kerukunan Sebagai Wujud Syukur
Oleh karena itu pula, selama ini negara terutama Kementerian Agama terus berupaya untuk merawat kerukukan dengan baik. Beberapa upaya penting itu salah satunya adalah pengarusutamaan Moderasi Beragama.
Di samping itu, kita juga memiliki tradisi baik dalam bentuk salam lintas agama yang tidak lebih sebuah ikhtiar untuk merawat kerukukan itu sendiri. Menjaga persaudaraan sebagai sesama anak negeri yang bertanggungjawab terhadap masa depan bangsanya. Tentu saja, tidak ada maksud sedikitpun untuk mencampuradukkan beragam kepercayaan.
Kedewasaan dalam beragama cukup menjadi alat untuk memilah dan memilih mana yang hak untuk dilakukan dan mana yang batil untuk tidak dilakukan. Kendati demikian, kita tentu terbuka jika ada kajian-kajian baru yang lebih meyakinkan dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan kontekstual untuk kebutuhan bangsa.
Agaknya ungkapan hikmah yang penuh makna, al-Muhafazah'ala Qadim al-Shalih wa al-akhz bi al-jadid al-aslah, layak kita renungkan.
Akhirnya, saya mengajak semua komponen bangsa untuk terus melakukan upaya konstruktif tidak saja dalam merawat kerukunan sebagai anugerah Allah, tetapi menumbuhkebangkannya sebagai modal besar kita untuk memandirikan dan menjayakan Indonesia di masa depan.
UINSU Medan Sukses Tembus Peringkat Dunia
Rektor UIN Sumut : Xinjiang, Kashgar, dan Beijing Miliki Sejarah Panjang Peradaban Islam Asia Tengah
Berkontribusi dalam Dunia Pendidikan Tinggi, Rektor UIN Sumut Terima Penghargaan pada Peringatan 50 Tahun PAPTI Malaysia
Hadiri Seminar Internasional di UIN Sumut, Menteri Agama : Indonesia Miliki Kepala Negara yang Hebat
Puncak Dies Natalis ke-52, UIN Sumut Kukuhkan Dua Guru Besar: Momentum Menuju Universitas Unggul dan Berkelas Dunia