Nazaya Zulaikha, Anak Deliserdang Berkarya di Jepang
Disiplin dan Jangan Takut
Banyak orang Indonesia yang bermimpi bisa berkiprah, berkarya dan bekerja di negara Jepang. Mayoritas alasan karena ada anggapan penghasilan secara ekonomi bekerja di negeri 'sakura' tinggi dan bisa sejahtera.
Alasan ini diakui Aya. Bekerja di Jepang bisa menghasilkan uang banyak karena gajinya termasuk tinggi. Namun Jepang punya aturan ketat yakni, penghasilan orang yang bekerja akan langsung dipotong pajak sehingga tidak akan bisa menghindar dari kewajiban tersebut.
Namun untuk bisa mendapatkan peluang kerja dengan pendapatan tinggi, orang tersebut harus mampu berkompetisi dan punya nilai lebih. Sebab negara Jepang lebih mengutamakan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang menjadi nilai (value) dalam berkarya.
Selain itu, tipe pekerja yang tidak serius alias ingin santai, seperti saat cuaca panas, malas bekerja, akan sulit berkompetisi dan maju. Karena itu, bila ada orang yang ingin bekerja di Jepang, harus disiplin dan punya kapasitas.

Berpartisipasi dalam kegiatan promosi musim dingin di resort Ski "Gala Yuzawa' Prefektur Niigata
Kedisiplinan dengan hidup teratur menjadi salah satu kunci sukses berkarya di Jepang. Misalnya, naik kereta api tepat waktu sesuai jadwal. Mengikuti setiap jadwal kegiatan yang sudah tertata rapi waktunya.
Pepatah "Time is money' (waktu adalah uang). implementasinya sangat terasa di Jepang. Selain terus meningkatkan kapasitas diri karena Jepang lebih melihat karya dari pada kata-kata termasuk koneksitas.
Aya sendiri mengakui, dirinya terus meningkatkan kapasitasnya sampai saat ini dengan mengikuti Publik Relations Academy bersifat setengah formal. Belajar online dengan pihak publik relation yang banyak dipercaya perusahaan demi meningkatkan kapasitas.
"Kalau mau berkarya (di Jepang), siap dengan disiplin. Jangan mengganggu orang. Relasi atau koneksi, bila punya keluarga, tidak berlaku. Di Jepang mandiri," ungkap Aya yang juga alumni Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Lubukpakam dan Sekolah Dasar (SD) Negeri 101900 Lubukpakam.
Aya dan kedua orang tua serta adiknya saat berkunjung ke Jepang sembari menikmati suasana daerah Marunouchi kota Tokyo
Namun menurut Aya, bagi orang Indonesia yang ingin berkarya di Jepang, jangan takut dengan tantangan dan jangan terlalu berimajinasi. Semangat untuk berbuat karena Jepang merupakan negara yang sangat mengutamakan nilai dan sklill serta dapat bekerja keras.
"Jangan takut tantangan. Jangan takut kalau mau ke satu tujuan. Jalan saja terus. Persiapkan diri menjadi nilai dengan mengasah diri, memiliki keterampilan tertentu. Secara kualitas, akan punya lebih kesempatan besar untuk mendapatkan peluang," tandas Aya.*
PWI Sumut Tebar Kepedulian Iduladha 1447 H, Sembelih 4 Sapi dan 2 Kambing
Farid Wajdi Soroti Blackout Sumatera: Negara Jangan Sibuk Pencitraan, Tapi Perkuat Ketahanan Energi
Terobosan Baru Pertamina EP Pangkalan Susu Optimalkan Produksi Sumur Migas Eksisting
Alwashliyah Mitra Strategis Penguatan Perlindungan Anak
Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026