Sambut Peradaban Baru, RMI PBNU Gelar Halaqah Nasional
Halaqah dibuka oleh Gus Ulil Abshar Abdalla, mewakili Ketua Umum PBNU yang turut dihadiri oleh Sekjen, bendahara umum dan pengurus PBNU lainnya.
Dalam kesempatan pembukaan Gus Ulil menyampaikan, istilah halaqah dipopulerkan oleh Gusdur pada masa kepemimpinan periode kedua sebagai Ketum PBNU pada 1989.
Kegiatan halaqah yang kemudian rutin dilakukan mampu melahirkan rumusan baru metode istinbath di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dari yang awalnya hanya bermazhab qauli, kemudian di samping itu juga menggunakan metode istinbath hukum yang bermazhab manhaji.
Prof Mahfud MD juga hadir selalu keynote speaker dalam halaqah ini mengatakan, bahwa pesantren punya peranan penting dalam perjalanan negara Indonesia dari segi membentuk ideologi negara yaitu Pancasila.
Halaqah ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi terkait tema besar yang diusung oleh RMI PBNU yaitu "Menyambut Peradaban Baru, menguatkan pesantren dan revitalisasi kitab kuning".
Semoga pesantren tetap mampu menyesuaikan diri dan menghadapi tantangan-tantangan baru diera digitalisasi ini tanpa mengurangi dan mengubah nilai dan ruh pesantren itu sendiri.
Delapan Wajah Menuju Tambakeras : Membaca Peta Kekuatan Calon Ketua Umum PBNU
Ini Alasan KH Bahauddin Mundur dari Rois PWNU Sumut, Posisi Diisi KH Abdul Hamid Ritonga
Rois PWNU Sumut Diganti, Ini Sosok Penggantinya
PWNU Sumut Sembelih Hewan Kurban, Warga NU Rasakan Kebahagiaan Idul Adha
Rais dan Ketua PCNU Tapanuli Tengah Telah Terpilih, Konfercab Berjalan Lancar