Sosok Baida Rani: Pelita dari Pedalaman Humbahas
Gustan Pasaribu - Sabtu, 19 Juli 2025 08:57 WIB
dok.analisamedan.com
Namanya Baida Rani, perempuan kelahiran 1995 asal Aek Nabara, Labuhan Batu. Sebelum mengenakan seragam Kementerian Agama, ia pernah mengajar di SMA dan SMK swasta di Tanjung Morawa.
"Saya merasa inilah bentuk nyata dari pengabdian sebagai guru. Bukan hanya mengajar, tapi juga ikut membangun karakter dan semangat anak-anak di sini," ujarnya sambil tersenyum.
Tak jarang, Rani juga berbagi semangat dan ilmu bersama guru-guru muda lainnya yang ditempatkan di wilayah terpencil. Mereka membentuk komunitas kecil, saling mendukung, bertukar bahan ajar, dan menguatkan tekad untuk terus bertahan dan memberi yang terbaik.
Kepala Madrasah tempat Rani mengajar, Ridawati Sinaga, S.Pd, mengaku bangga dengan dedikasi para guru muda seperti Rani. "Mereka adalah pahlawan sejati. Datang dengan hati, bekerja dengan ikhlas, dan memberi harapan bagi generasi penerus bangsa," tutur Ridawati.
Editor
: Gustan Pasaribu
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Doa Bersama Lintas Agama dan Syukuran di Polrestabes Medan, Wujud Apresiasi May Day Kondusif
Ketua ATLI Muspriadi Serahkan Buku Reformasi Transportasi kepada Utusan Khusus Presiden di Sergai
Partai Gema Bangsa Sumut Dukung Gagasan Pembentukan Kementerian Transportasi dan Logistik
Bedah Buku Reformasi Sistem Transportasi dan Logistik Nasional : Integrasi Kebijakan Dinilai Kunci Efisiensi Distribusi
Doa Bersama Lintas Agama, Kapolrestabes Medan: Kebersamaan dan Toleransi Pilar Keharmonisan Kota Ini
Jelang Musda MUI Sumut : Dr. Hatta Dorong MUI Sumut Jadi Penjaga Harmoni dan Mitra Moral Pemerintah
Komentar