Sosok Baida Rani: Pelita dari Pedalaman Humbahas
Kementerian Agama pun menaruh perhatian serius pada para CPNS guru yang bertugas di wilayah 3T—Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Mereka adalah harapan untuk menyalakan cahaya pendidikan di wilayah yang selama ini terpinggirkan. Meski harus melawan dinginnya kabut, hujan deras yang mengguyur tanpa ampun, dan rindu yang sering membuncah kepada suami dan keluarga, Rani tetap bertahan. Ia memilih jalan pengabdian ini bukan karena keterpaksaan, melainkan karena panggilan jiwa.
"Saya percaya, pendidikan adalah kunci perubahan. Jika kita mau bergerak dan mengajar dari hati, maka perubahan itu akan nyata, meski dimulai dari pelosok terpencil," ucapnya tegas.
Semangat Rani adalah cerminan dari ribuan guru muda lainnya di seluruh pelosok nusantara. Di tengah keterbatasan, mereka hadir membawa harapan. Suara mereka mungkin tak terdengar nyaring di kota, tapi di desa-desa terpencil seperti Parmonangan, gema semangat mereka mengguncang: "Kami ada untuk mengabdi."
Doa Bersama Lintas Agama dan Syukuran di Polrestabes Medan, Wujud Apresiasi May Day Kondusif
Ketua ATLI Muspriadi Serahkan Buku Reformasi Transportasi kepada Utusan Khusus Presiden di Sergai
Partai Gema Bangsa Sumut Dukung Gagasan Pembentukan Kementerian Transportasi dan Logistik
Bedah Buku Reformasi Sistem Transportasi dan Logistik Nasional : Integrasi Kebijakan Dinilai Kunci Efisiensi Distribusi
Doa Bersama Lintas Agama, Kapolrestabes Medan: Kebersamaan dan Toleransi Pilar Keharmonisan Kota Ini