Akademisi UMSU Soroti Gaya Komunikasi Menkeu dan Tantangan Komunikasi Massa Digital Pemerintahan
Sementara itu, Direktur Digiclub Medan, Gustan Pasaribu, M.I.Kom, yang juga mengikuti sidang tesis di kesempatan yang sama, menilai tantangan terbesar pemerintahan Prabowo Subianto justru terletak pada kemampuan mengelola komunikasi massa di ruang digital.
"Pemerintah tidak bisa lagi hanya mengandalkan konferensi pers atau rilis media. Komunikasi publik sekarang bergerak cepat di media sosial, dan persepsi publik terbentuk dari narasi yang viral, bukan hanya dari media resmi," ujar Gustan.
Ia menjelaskan, dalam komunikasi massa digital, pemerintah harus berperan sebagai pengelola narasi publik, bukan sekadar penyampai kebijakan. "Setiap kementerian perlu memiliki tim media digital yang bisa membaca tren percakapan publik di platform sosial. Dengan begitu, pemerintah dapat merespons isu lebih cepat sebelum menjadi krisis," kata Gustan.
Menurutnya, gaya komunikasi massa digital idealnya mengedepankan konsistensi pesan, kedekatan emosional dengan publik, serta transparansi data. "Pemerintahan Prabowo berpeluang kuat membangun komunikasi digital yang efektif jika mampu memadukan narasi nasionalisme dengan gaya yang humanis dan edukatif," tegasnya.
Hadapi Tantangan Era Digital, KAHMI Sumut Bekali Pelajar dengan Nilai Pancasila
Dosen Komunikasi FISIP UMA Ikut Rakornas dan Kongres Luar Biasa ASPIKOM di Padang Sumbar
Blackout dan Efek Domino: Pentingnya Protokol Komunikasi Krisis yang Terintegrasi
PP Muhammadiyah Lantik Rektor dan Kukuhkan BPH UMSU Periode 2026–2030
Guru Besar UIN Sumut Hasrat Efendi Samosir: Partai Politik Harus Adaptif di Era Digital